Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HM Sampoerna Bagi Dividen Rp107,3 per Saham

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 27 April 2018 |13:27 WIB
HM Sampoerna Bagi Dividen Rp107,3 per Saham
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2017 pada hari ini di Bursa Efek Indonesia. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham sepakat untuk membagikan dividen sebesar Rp107,3 per saham.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2017 Sampoerna mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,67 triliun. Jumlah tersebut turun 1% dari tahun lalu yang mencapai Rp12,76 triliun. 

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Di sisi lain, pendapatan bersih, perusahaan mencatatkan kenaikan sebesar 4%. Pada 2017, perusahaan berhasil meraup pendapatan bersih sebesar Rp99 triliun.

Pendapatan sendiri ditopang dari penjualan rokok sebanyak 101,3 miliar batang di sepanjang tahun 2017. Dengan pencapaian tersebut, mengukuhkan HM Sampoerna sebagai  perusahaan pemimpin pasar rokok terbesar di Indonesia  dengan pangsa pasar sebesar 33%. 

 Baca Juga: Rekrutmen HM Sampoerna Minta Akomodasi dan Transportasi dari Peserta, Direktur: Itu Penipuan!

Adapun kepemimpinan Sampoerna atas 33% pangsa pasar ini mencakup berbagai segmen. Seperti Sigaret Kretek Mesin atau SKM (22,7%), segmen Sigaret Kretek Tangan atau SKT (6,6%), dan Sigaret Putih Mesin atau SPM (3,7%). 

”Kami bangga bahwa Sampoerna tetap menjadi pemimpin pasar Indonesia. Kami mencatat kenaikan penjualan bersuh pada tahun 2017, meskipun terjadi penurunan volume lndustri rokok sebesar 2,6% aklbat melemahnya konsumsi konsumen dan adanya pergeseran perilaku konsumen. lni adalah hasil yang solid dan menunjukkan kekuatan merek-merek kami dan kualitas tim Sampoerna.” ujar Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam acara paparan kinerja di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Kampanye Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak

Lebih lanjut Mindaugas menyebut, kinerja yang cukup bagus  tidak terlepas dari dedikasi perusahaan  untuk mempertahankan  ll pada segmen SKT. Meskipun segmen ini telah lama tertekan akibat dari pergeseran preferensi perokok dewasa yang beralih dari produk SKT ke produk SKM, Perusahaan tetap menjadi ”Raja Kretek" lndonesia sebagai produsen SKT terbesar di negara ini. Sampoerna memimpin pasar SKT dengan 37,5% pangsa pasar dari segmen tersebut.

”Dari waktu ke waktu, beredar opini bahwa Sampoerna telah menjadi perusahaan 'rokok putih’. Hal itu sama sekali tidak benar. Pada kenyataannya. kami telah berupaya keras untuk menstabilkan segmen SKT, termasuk melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat merek kami, seperti meluncurkan Dji Sam See 10 + 2, mempertahankan harga kompetitif pada produk SKT dan berinvestasi pada merek melalui aktivtas pemasaran dan penjualan," ucapnya. 

"Kami juga memimpin pasar dengan lebih dari 40 pabrik SKT di Jawa, termasuk lebih dari 60.000 karyawan langsung dan tidak Iangsung. Pantas untuk d sampaikan bahwa tidak ada perusahaan mana pun yang mendukung SKT seperti Sampoerna.” imbuhnya.

Baca Juga: Utang Naik 63%, Laba Bersih HM Sampoerna Malah Anjlok ke Rp6,05 Triliun

Secara terpisah, Perusahaan mengumumkan kinerja bisnis pada Kuartal l 2018. Pangsa pasar naik menjadi 33.2% dengan penjualan 23 miliar batang rokok. Hal ini didorong oleh kinerja yang kuat dan Malboro Filter Black, serta Dji Sam Soe, Magnum Mild, SKM dengan rasa yang lebih ringan hasil pengembangan lini merek Dji Sam Soe, yang diluncurkan pada Mei 2017. 

Pada kuartal ini, volume industri rokok Indonesia turun sebesar 2,3%, yang sebagian besar mencerminkan kondisi belanja konsumen yang menurun, ditambah dengan adanya kenaikan harga jual yang dipicu oleh kenaikan pajak cukai yang lebih tinggi dari tingkat lnflasi. Untuk tahun ini, Perusahaan terus mengantisipasi penurunan lndustri sebesar 1% hingga 3%.

 Wah! Tanaman Ini Tetap Tumbuh Subur di Antara Puntung Rokok

Sampoerna Rombak Susunan Direksi 

Pada kesempatan itu, perusahaan juga mengumumkan tiga anggota baru Direksi, termasuk Yohanes Wardhana, Elvira Lianlta dan lngo Rose. Yohanes Wardhana menggantikan Mimi Kurniawan yang ditunjuk sebagai Wakll Presiden Amerika Latin dan Kanada di kantor pusat Philip Morris International di New York. 

Baca Juga: Tren Rokok Elektrik, Presdir HM Sampoerna: Belum Ada Permintaan Konsumen yang Tinggi

Kemudian Elvira Lianita menggantikan Yos Adiguna Ginting yang sekarang diangkat sebagai Komisaris Sampoerna. Ingo Rose menggantikan Andre Dahan yang ditunjuk sebagal Wakil Presiden Human-Centric Marketing RRP di pusat operasi Philip Morris international di Swiss.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement