"Saya kira enggak (menurunkan rencana IPO) karena rencana IPO itu bukan rencana sehari tapi rencana yang sudah diputuskan bertahun tahun, dan bisanya minat belinya juga sudah ada. Anchor investornya bisanya juga sudah ada," jelas dia.
Samsul juga menuturkan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini bukan dalam kondisi ekstrim. Di mana volatilitas cenderung dipengaruhi sentimen eksternal pasar.
Toh, ketika pasar melemah banyak pula investor yang justru memanfaatkan momentum ini untuk membeli saham yang sudah terdiskon. Sebab, mereka percaya, fundamental perekonomian maupun kinerja emiten di pasar modal masih bagus.
"Bisa dikatakan masih reguler karena kondisinya tidak sama dengan 2008 dan 2004. Jadi kondisinya masih reguler karena pengaruh dari kebijakan di negara maju seperti AS dan China," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.