"Pendorongnya adalah BI perlu melakukan kebijakan pre emptive untuk menstabilkan Rupiah," ujar Ekonom Senior Bank mandiri Andry Asmoro kepada Okezone.
Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan membutuhkan 50 bps untuk meyakinkan pasar. Oleh sebab itu, pengetatan moneter ini harusnya berlanjut menjadi 50 bps pada tahun ini.
"BI akan melihat respons pasar dulu dan kemudian baru menaikkan lagi 25 bps," katanya.

Senada, Pengamat Ekonomi Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi juga memprediksi Bank Sentral akan mengakhiri tren menahan suku bunga acuannya. BI juga diyakini akan menaikkan suku bunga acuan ke level 4,5%.