“Kita perlu memperbaiki aksesibilitas dari negara-negara yang menjadi originasi pasar wisman muslim itu ke Indonesia. Kita juga akan meningkatkan jangkauan pasar dengan menggelar program pemasaran dan misi penjualan, misalnya melalui ajang Arabian Travel Mart,” tuturnya.

Riyanto mengatakan, elemen lainnya adalah menyangkut visa kunjungan dan amenitas. Untuk amenitas mengacu pada inventory di Traveloka karena terdapat 730 hotel yang halal compliance atau ramah wisatawan muslim. “Sudah banyak memahami bahwa halal compliance ini merupakan suatu premium product. Supaya bisa memenangkan persaingan, yang utama adalah kita tawarkan keunikan,” katanya. Riyanto juga mengingatkan bahwa persaingan memperebutkan pasar wisman halal ini kian sengit.

“Dalam hal inovasi sebetulnya, kita lebih di depan. Contohnya di Banyuwangi su - dah ada pantai halal. Kita juga Triathlon Sunnah yang menggabungkan tiga olahraga sunah yaitu berkuda, memanah dan berenang,” ungkapnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menilai wisata halal bagus dan punya konsumen tersendiri. Terlebih lagi masyarakat semakin sadar dengan menjadikan halal sebagai gaya hidup.
Pasar wisata muslim diproyeksikan akan terus tumbuh dengan pesat dan diperkirakan akan mencapai USD220 miliar pada 2020 dan USD300 miliar pada 2026. Pada tahun 2017 diperkirakan jumlah total ke datangan wisatawan muslim secara global mencapai 131 juta atau naik dibanding 2016 yang sebanyak 121 juta.
(Inda Susanti)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.