Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Premium Masih Langka di SPBU Kawasan Soloraya

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 08 Juni 2018 |21:01 WIB
   Premium Masih Langka di SPBU Kawasan Soloraya
Foto: SPBU Kawasan Soloraya Belum Jual Premium (Bramantyo/Okezone)
A
A
A

KARANGANYAR - Kebijakan Pemerintah menyangkut dipasoknya kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, ternyata belum direspons oleh pihak PT Pertamina (Persero). Di regional Jateng dan DIY, terutama wilayah Karanganyar dan Sukoharjo, pantauan Okezone, belum ada SPBU yang kembali menjual BBM jenis Premium.

Bahkan SPBU nomer 44 577 01 yang dikelola oleh Pertamina di daerah Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, sendiri pun tidak menjual BBM jenis Premium.

Salah satu karyawan SPBU yang dikelola Pertamina ini, Ayu, saat ditanya mengaku bila dirinya memang sudah mendengar adanya kebijakan pemerintah soal BBM jenis Premium untuk kembali diadakan. Namun, dirinya tak tahu kapan SPBU tempatnya bekerja ini kembali menjual BBM jenis Premium.

"Belum menjual, tidak tahu kapan menjual (premium) lagi. Yang pasti sudah lama tidak menjual lagi," papar Ayu pada Okezone,Jumat (8/6/2018).

 Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Senada, karyawan SPBU di wilayah Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, yang mengaku bernama Antok ini pun mengatakan bila SPBU tempatnya sudah lama tidak menjual BBM jenis Premium.

"Sudah lama banget tidak jual premium. Padahal pesan premium juga di depo. Tapi katanya sudah tidak jual lagi," ungkapnya.

Menyikapi sikap Pertamina yang belum juga menjual premium meskipun pemerintah merevisi Peraturan Presiden nomer 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), sangat disesalkan pengamat sosial Rony Wiyanto.

 Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Menurut Rony, tidak segera direalisasikan aturan pemerintah soal BBM jenis Premium terutama di wilayah Soloraya oleh Pertamina ini, menunjukan ketidakpatuhan perusahaan pengelola minyak terhadap kebijakan pemerintah.

"Kebutuhan premium itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.Yang disesali itu setelah ada kebijakan itu seharusnya pihak Pertamina seharusnya sudah mewujudkan (premium), sehingga secepatnya Pertamina kembali menghadirkan premium sesuai dengan instruksi pemerintah. Dari pada nanti timbul gejolak di masyarakat," ujar Rony.

Rony meminta pihak Pertamina untuk tidak mencoba menyembunyikan premium. Apalagi instruksi untuk kembali menghadirkan premium sudah dikeluarkan pemerintah. Dan, bertepatan semakin dekat dengan perayaan Idul Fitri. "Percuma ada Pertamina bila tidak segera mewujudkan premium seperti yang sudah diperintahkan oleh Pemerintah," pungkasnya.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement