Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurangi Impor BBM, Prabowo Kaji Produksi Bensin dari Sawit dan Bidik 100 GW Tenaga Surya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |13:01 WIB
Kurangi Impor BBM, Prabowo Kaji Produksi Bensin dari Sawit dan Bidik 100 GW Tenaga Surya
Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memaparkan peta jalan (roadmap) untuk merombak sektor energi nasional demi mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Kepala Negara menegaskan bahwa kedaulatan energi adalah harga mati untuk menyelamatkan devisa negara yang selama ini terkuras.

Salah satu strategi utama yang kini tengah digodok serius oleh pemerintah adalah memaksimalkan potensi komoditas hijau domestik, khususnya kelapa sawit, tidak hanya untuk bahan baku biodiesel (solar), melainkan juga dikembangkan hingga menjadi komoditas bensin (gasoline).

"Untuk mengatasi krisis energi, kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit. Kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit," ujar Prabowo dalam pidato penyampaian KEM-PPKF 2027 di Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Selain mengandalkan sektor perkebunan kelapa sawit, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan hilirisasi komoditas tambang untuk menciptakan diversifikasi sumber energi baru. Batu bara yang melimpah di dalam negeri bakal dikonversi melalui teknologi gasifikasi guna memproduksi bahan bakar cair dan gas.

Tak berhenti di level industri berat, Presiden juga menyiapkan solusi energi kerakyatan yang menyasar langsung pada kebutuhan rumah tangga di akar rumput. Pemerintah berencana memanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian sebagai bahan bakar murah untuk memasak.

"Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara. Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung," kata Prabowo.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement