nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perangi Sampah Plastik di Laut, Menko Luhut Pakai 'Senjata' Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 320 1917470 perangi-sampah-plastik-di-laut-menko-luhut-pakai-senjata-ini-pJ1wosOEG6.jpeg Menteri koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah serius dalam memerangi sampah yang mencemari perairan Indonesia baik di sungai maupun pantai. Sebab, bila dibiarkan pencemaran sampah akan membahayakan bagi masyarakat.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah pencemaran sampah, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan aturan terkait pengelolaan sampah plastik. Nantinya aturan tersebut akan dikeluarkan lewat Peraturan Presiden yang langsung dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Tadi kan begini, kita ini kadang sebelah mata. Sampah ini sekarang sudah masalah global dunia. Jadi finalisasi masalah Perpres supaya tidak ada lagi (mencemari dengan sampah plastik)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Begini Kondisi Sungai Citarum yang Dipenuhi Sampah dan Eceng Gondok 

Menurut Luhut, dengan adanya Perpres tersebut maka semua Kementerian dan Lembaga akan terlibat langsung untuk memerangi masalah sampah tersebut. Termasuk juga dengan pihak Kementerian Keuangan untuk memetakan berapa anggaran yang dibutuhkan dan disiapkan untuk permasalahan sampah ini.

"Jadi semua kementerian terkait termasuk juga kemenkeu karena itu perlu pendanaan besar juga dari APBN," ucapnya.

Lebih lanjut Luhut belum bisa merincikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengelola sampah plastik tersebut. Namun yang pasti, lewat Perpres ini pemerintah tengah menyiapkan cara serta alatnya agar sampah plastik bisa diolah.

Seperti mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar atau aspal. Artinya, butuh dana besar untuk memecahkan permasalahan pencemaran sampah plastik di perairan Indonesia ini.

Begini Kondisi Sungai Citarum yang Dipenuhi Sampah dan Eceng Gondok 

"Kita belum tahu (berapa dananya) tapi kalau sudah tau pasti besar jadi sampah itu bagian dari pada juga pembangunan. Kita buat sampah itu bisa punya uang. Supaya dia bisa membuat sampah west to energi. Misalnya plastik to by disel kayak gitu-gitu," jelasnya.

Terakhir Luhut berharap jika Perpres tersebut bisa rampung pada tahun ini. Apalagi, pada tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah dua event besar yakni Asian Games 2018 dan juga Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali.

"Ini kan baru selesai finalisasi perpresnya saya liat supaya jangan ada yang. Jadi perpresnya dulu baru kita ajukan anggaran. 2018 kita mungkin akan ajukan anggaran khusus mengenai itu karena enggak bisa ditunggu tunggu juga sih," kata Luhut.

"Sepeti Bali masalah sampah plastik jangan sampai pada IMF karena bali kan pantai itu sudah banyak yang kotor jangan sampai enggak jadi turist destination," imbuhnya.

 

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini