nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbang 69% saat Debut Perdana, Saham Transcoal Pacific Kena Auto Reject

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 09:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 06 278 1918696 terbang-69-saat-debut-perdana-saham-transcoal-pacific-kena-auto-reject-OrM4jOZyEs.jpg Foto: Saham Transcoal Kena Auto Reject (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Perusahaan transportasi laut dan logistik, PT Transcoal Pacific Tbk hari ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroaan menjadi perusahaan ke 23 yang melantai di pasar modal pada tahun 2018 sekaligus perusahaan ke 587 di pasar modal sampai dengan saat ini.

Perseroan dengan kode saham TCPI ini, melepas sebanyak-banyaknya 1 miliar saham kepada publik atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO. Adapun harga penawaran perdana ditetapkan pada harga Rp138 per saham. Dengan demikian, dari hajatan ini perseroan bisa meraih dana sebesar Rp138 miliar.

Pada pencatatan perdana, saham TCPI naik 96 poin atau 69,57% ke level ke Rp234 dari harga perdana Rp138 Saham TCPI ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 100 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp2,34 juta. Dengan kenaikan sebesar 69,57% maka saham TCPI langsung menembus batas atas atau auto rejection. Dengan demikian, maka saham perseroan tidak bisa diperdagangkan.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna berpesan, agar perusahaan tetap menjaga keberlangsungan kinerja perseroan setelah menjadi perusahaan publik. Nyoman juga berpesan agar perseroan tidak berhenti pada penawaran umum perdana saham (IPO) akan tetapi juga mencoba penghimpunan dana dari aksi korporasi lainnya.

"Perseroan sudah masuk dalam komunitas yang bisa men-utilize pasar modal jadi jangan berhenti di sini. Silakan manfaatkan pasar modal untuk menggalang dana tidak hanya dari IPO," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

 

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama dan Independen Perseroan Achmad Sutjipto mengatakan bahwa pada masa penawaran umum, terjadi oversubscribed sebesar hampir 3 kali total IPO.

"IPO ini merupakan langkah besar bagi perseroan untuk bergerak maju lebih optimis ke depan. Kami selalu berharap dan berjanji dengan tercatat perseroan di bursa akan memberikan alternatif investasi yang menarik," kata Sutjipto.

Manajemen Perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan usaha di 2017 mencapai Rp650,38 miliar atau naik 15% dari tahun 2016 sebesar Rp565,13 miliar. Sedangkan aset hingga Desember 2017 mencapai Rp 844,99 miliar atau naik 15% dari tahun sebelumnya sebesar Rp732,17 miliar

Sekadar informasi, sebelum IPO, saham Perseroan dimiliki oleh PT Sari Nusantara Gemilang (SNG) sebesar 70% dan PT Karya Permata Insani (KPI) sebesar 30%.

Setelah IPO, komposisi pemegang saham Perseroan yakni SNG sebesar 56%, KPI menjadi 24%, dan sisanya pemegang saham publik sebesar 20%. Perseroan memiliki satu Entitas Asosiasi dengan kepemilikan saham 28,8% yakni PT Energy Transporter Indonesia yang bergerak di jasa pelayaran dalam dan luar negeri. (dni)

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini