nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melemah Tipis, Rupiah Pagi Ini Rp14.385

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 10:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 278 1920741 melemah-tipis-rupiah-pagi-ini-rp14-385-Xz5EKMyW1u.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) hari ini kembali mengalami pelemahan. Setelah sempat menguat kemarin, pagi ini rupiah kembali menyentuh level Rp14.380-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (11/7/2018) pukul 10.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.385 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.383 per USD-Rp14.393 per USD.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53% 

Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah melemah 25 poin atau 0,17% menjadi Rp14.380 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.353 per USD hingga Rp14.390 per USD.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pelemahan Rupiah harus diukur secara relatif dibandingkan dengan negara-negara lain. Saat ini pelemahan nilai tukar terhadap USD juga tengah terjadi atau dialami oleh negara-negara regional.

Baca Juga: Rupiah Menguat Perlahan tapi Pasti ke Level Rp14.330 per USD

Tentunya, Perry menyatakan BI tidak tinggal diam atas pelemahan rupiah yang terjadi. Menurut Perry, BI telah menyiapkan langkah-langkah untuk menstabilisasikan pergerakan rupiah terhadap dolar AS, salah satunya dengan kebijakan suku bunga.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

Memang, dalam Rapat Dewan Gubernur Juni lalu Bank Sentral Indonesia telah menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-day (Reverse) Repo Rate 50 bps dari 4,75% menjadi 5,25%.

Keputusan tersebut merupakan langkah lanjutan BI untuk secara pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara dan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini