nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Menguat Perlahan tapi Pasti ke Level Rp14.330 per USD

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 20 1919992 rupiah-menguat-perlahan-tapi-pasti-ke-level-rp14-330-per-usd-Kni1biaWhW.jpg Foto: Uang Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Perlahan tapi pasti, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Rupiah mulai meninggalkan level Rp14.400 dan bertahan di level Rp14.300-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (9/7/2018) pukul 17.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 45 poin atau 0,31% ke level Rp14.330 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.323 per USD-Rp14.345 per USD.

Senada, Yahoofinance juga mencatat Rupiah menguat 45 poin atau 0,31% menjadi Rp14.320 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.320 per USD hingga Rp14.365 per USD.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Rupiah konsisten berada di posisi Rp14.300-an sejak pagi. Melansir Bloomberg Dollar Index, pukul 09.47 WIB tadi pagi, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.433 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.323 per USD-Rp14.345 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 2 poin atau 0,01% menjadi Rp14.363 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.363 per USD hingga Rp14.365 per USD.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pelemahan Rupiah harus diukur secara relatif dibandingkan dengan negara-negara lain. Saat ini pelemahan nilai tukar terhadap USD juga tengah terjadi atau dialami oleh negara-negara regional.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Tentunya, Perry menyatakan BI tidak tinggal diam atas pelemahan rupiah yang terjadi. Menurut Perry, BI telah menyiapkan langkah-langkah untuk menstabilisasikan pergerakan rupiah terhadap dolar AS, salah satunya dengan kebijakan suku bunga.

Memang, dalam Rapat Dewan Gubernur Juni lalu Bank Sentral Indonesia telah menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-day (Reverse) Repo Rate 50 bps dari 4,75% menjadi 5,25%.

Keputusan tersebut merupakan langkah lanjutan BI untuk secara pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara dan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini