nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NJOP Naik 19,54% Picu Tingginya Harga Tanah di Jakarta

Agregasi Cekaja.com, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 07:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 12 470 1935462 njop-naik-19-54-picu-tingginya-harga-tanah-di-jakarta-0Ap5kveTN1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA- Perlu Anda ketahui, harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tanah di Jakarta pada akhir-akhir ini mengalami perubahan ke atas. Artinya, nilai jual tanah di sejumlah wilayah Jakarta mengalami kenaikan.

Kenaikan itu berdasarkan Peraturan Gubernur Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018. Peraturan tersebut telah berlaku sejak 4 April 2018.

Melansir CekAja.com, Senin (13/8/2018), dalam peraturan tersebut ditetapkan bahwa penetapan NJOP tanah disesuaikan oleh zonasi yang terbaru saat ini. Misalnya, sebelumnya tanah tersebut belum zona dalam atau zona jauh dari infrastruktur, tetapi seiring pembangunan infastruktur kini menjadi zona luar atau zona yang dekat infrastruktur atau bisa juga dibilang lokasi strategis.

Nah, dengan perubahan penetapan zona tanah tersebut membuat NJOP tanah di sejumlah wilayah di Jakarta mengalami kenaikan. Hal ini yang juga membuat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Anda mengalami kenaikan. Dengan penjelasan tersebut, maka Anda jangan kaget jika PBB Anda naik tahun ini.

Rata-rata kenaikan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (NJOP PBB P2) di Jakarta tahun 2018 sebesar 19,54%. Dengan rata-rata kenaikan sebesar itu, bisa saja Anda menjumpai kenaikan PBB yang tinggi.

Berdasarkan berita yang beredar, kenaikan PBB tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perubahan fisik lingkungan dari lahan kampung menjadi lahan elite karena adanya kawasan perdagangan atau dibangun menjadi sebuah apartemen. Sehingga, PBB juga mengalami kenaikan.

Sementara, untuk NJOP dengan tertinggi di Jakarta Barat berada di wilayah Jalan Pinangsia yaitu sebesar Rp29.375.000 per meter persegi. Kemudian, di Jakarta Selatan di Jalan P Lebak Lestari dengan nilai Rp23.623.000 per meter persegi, sedangkan, di Jakarta Timur NJOP tertinggi ada di Jalan Pulo Letut dan Jalan Rawa Terate I dengan nilai Rp7.455.000 per meter persegi.

Selanjutnya, untuk wilayah Jakarta Utara NJOP tertinggi ada di Jalan Pulo Letut dan Jalan Rawa Terate I dengan nilai Rp7.455.000 per meter persegi.

Sementara, di Jakarta Utara NJOP tertinggi berada di Jalan Garden Gardenia dan Gold Coast Avenue sebesar Rp18.375.000 per meter persegi. Dan, untuk wilayah Jakarta Pusat, NJOP tertinggi di Jalan Jenderal Sudirman dengan nilai NJOP sebesar Rp93.963.000 per meter persegi.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini