Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Neraca Dagang Defisit, IHSG Langsung Ambruk 1,3% ke 5.690 di Sesi I

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 15 Agustus 2018 |12:15 WIB
   Neraca Dagang Defisit, IHSG Langsung Ambruk 1,3% ke 5.690 di Sesi I
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi I. Tercatat, IHSG turun 79,50 poin atau 1,37% ke level 5.690,37 pasca BPS mengumumkan neraca perdagangan Juli defisit USD2,03 miliar

Menutup perdagangan sesi I, Rabu (15/8/2018), ada 98 saham menguat, 237 saham melemah, dan 121 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp4,1 triliun dari 4,7 miliar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 6,6 poin atau 0,72% menjadi 916,62, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,1 poin atau 0,95% ke 634,43, indeks IDX30 turun 3,4 poin atau 0,68% ke 498,85 dan indeks MNC36 turun 1,9 poin atau 0,57% ke 326,75.

Seluruh penggerak IHSG mayoritas melemah, dengan sektor keuangan memimpin pelemahan sebesar 1,79%, kemudian industri dasar turun 1,74%. Sementara, sektor perkebunan turun 0,78%.

 

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp400 atau 3,4% ke Rp12.300, saham PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) naik Rp180 atau 5,8% ke Rp3.300 dan saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) naik Rp105 atau 10,7% ke Rp1.085.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp1.300 atau 8,8% ke Rp13.450, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.275 atau 1,7% ke Rp72.225, dan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun Rp850 atau 4,7% ke Rp17.250.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement