nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

S&P Revisi Peringkat Utang Modernland Realty Jadi Negatif

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 14:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 15 278 1936870 s-p-revisi-peringkat-utang-modernland-realty-jadi-negatif-ZzWKRX8zcR.jpg Lembaga Pemeringkat S&P (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Meskipun mencatat perolehan laba bersih pada semester I-2018 meningkat 31,11% menjadi sebesar Rp181,48 miliar, namun hal tersebut tidak mempengaruhi rating PT Modernland Realty Tbk (MDLN) untuk naik peringkat. Pasalnya, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings merevisi outlook dari PT Modernland Realty Tbk dan surat utangnya dari stabil menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkatnya B menimbang adanya resiko refinancing.

MDLN memiliki surat utang senilai USD58 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2019 dan Rp450 miliar pinjaman bank domestik yang akan jatuh tempo pada Juni 2019. S&P menilai, likuiditas perusahaan akan mendapat tekanan bila tidak ada refinancing. Kebutuhan terhadap refinancing menjadi sangat mendesak dalam 12 bulan ke depan, meskipun kinerja operasional perseroan sejauh ini masih sejalan dengan harapan S&P.

Pihak S&P tidak yakin Modernland memiliki arus kas internal yang cukup untuk melunasi utang jatuh temponya pada pertengahan 2019, bahkan jiga perseroan menyesuaikan lagi pengeluaran modalnya. Oleh karena itu, dalam siaran persnya di Jakarta, S&P menilai MDLN sangat tergantung pada pasar finansial dan relasinya dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan refinancing-nya.

S&P memahami bahwa MDLN saat ini sedang mengupayakan berbagai opsi untuk membiayai kembali utangnya.Likuiditas MDLN akan meningkat jika berhasil melunasi utangnya dalam beberapa bulan ke depan dengan menggantinya dengan utang jangka panjang. Namun, berhasil tidaknya upaya tersebut dan waktunya masih belum menentu.

Bisnis MDLN sendiri masih cukup baik. Pada semester pertama, nilai pemasaran MDLN mencapai Rp1,9 triliun, sekitar 58% dari perkiraan S&P untuk tahun 2018 yang sebesar Rp3,4 triliun. S&P meyakini pada 2019 pemasaran MDLN dapat mencapai Rp3,9 triliun, mayoritas didukung penjualan tanah. Adapun,berdasarkan laporan keuangan MDLN per 30 Juni 2018, total pendapatan perseroan mencapai Rp1,39 triliun, turun 2,6% dibandingkan dengan periode yang sama 2017 Rp1,24 triliun. Namun, laba bersih perseroan meningkat 31% dari Rp138 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp181 miliar.

S&P memandang, MDLN akan tetap membutuhkan pendanaan utang yang agresif dalam 12 bulan ke depan. Utang disesuaikan perseroan akan tetap tinggi sekitar Rp6 triliun pada 2018-2019 untuk mendukung belanja modal senilai Rp805 miliar hingga Rp1,6 triliun yang mayoritas digunakan untuk akuisisi lahan di Cikande dan Bekasi.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini