Share

Protes ke Bos, Teknisi Twitter Nekat Posting Masalah dan Hapus Aplikasi

Rafida Ulfa, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 320 1937128 protes-ke-bos-teknisi-twitter-nekat-posting-masalah-dan-hapus-aplikasi-yqaY3RtARG.png Foto: Bos Twitter kena protes karyawan (Reuters)

JAKARTA - CEO Twitter Jack Dorsey menghadapi kritikan tajam dari karyawan teknisnya sendiri. Adalah Jared Gaut, seorang karyawan divisi sistem IT perusahaan sosial media itu yang melakukan aksi nekat. Dia mengubar masalah ke publik atas sebagai bentuk protes keputusan yang baru saja dibuat oleh Dorsey.

Tidak sampai di situ, Gaut juga mengumumkan bahwa dia menghapus aplikasi itu untuk tiga bulan ke depan sebagai bentuk protes.

"Saya mencintai @twitter, baik perusahaan dan layanannya, tetapi saat ini kami membuat keputusan yang salah," tulisnya dikutip dari Business Insider, di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

"Semua orang di Twitter mempunyai semangat untuk dunia yang lebih baik. Saya percaya bahwa kepemimpinan benar-benar memiliki hati dan bersungguh-sungguh menginginkan Twitter untuk menjadi tempat yang aman, tetapi saat ini kepemimpinan telah mengecewakan kami," imbuh dia.

Cuitannya dengan cepat menyebar dan sekarang telah di-retweet hampir 3.500 kali, dan telah disukai lebih dari 10.000 kali.

Kritik Gaut adalah bentuk bantahan terhadap keputusan Dorsey untuk mengizinkan ahli teori konspirasi Alex Jones tetap bekerja di Twitter. Padahal, perusahaan teknologi lainnya seperti Youtube hingga Facebook, telah memboikot Alex Jones akibat kritik publik yang berkelanjutan atas penyebaran informasi yang salah di platform mereka.

Seakan menghiraukan fakta itu semua, Dorsey bersikeras mengatakan bahwa Jones tidak melanggar aturan dari Twitter. Dorsey memandang bahwa Twitter harus bersikap netral dan tidak bereaksi terhadap tekanan dari luar.

Argumen inilah yang menurut Gaut akan menjadi masalah bahkan bisa menjadi bumerang bagi perusahaan berlogo burung biru itu.

“Kami bukan pemerintah, jadi kita tidak perlu bersikap netral,"

Gaut akan menghapus aplikasi itu selama sisa tahun 2018. Dalam bio Twitter-nya tertulis "istirahat dari Twitter."

Hingga berita ini diturunkan, Twitter belum memberikan respons atas aksi karyawannya tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini