Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Filosofi Jawa Dipakai Wamenkeu Mardiasmo dalam Kelola Keuangan Negara

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Selasa, 04 September 2018 |11:38 WIB
Filosofi Jawa Dipakai Wamenkeu Mardiasmo dalam Kelola Keuangan Negara
Wamenkeu Mardiasmo Hadiri Festival Literasi Perpustakaan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menjadi bagian dari pihak yang mengatur keuangan negara, bukanlah perkara yang mudah bagi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. Menurutnya, perlu prinsip value for money yakni mengatur keuangan secara berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Mardiasmo dalam acara pembukaan Festival Literasi Perpustakaan Kementerian Keuangan Tahun 2018 di Gedung Kemenkeu, Selasa (4/9/2018).

Dia menyatakan, dalam mengatur keuangan negara yang berkualitas dirinya menggunakan filosofi Jawa. Kata dia, nilai-nilai tersebut cocok untuk mengelola keuangan guna mensejahterakan masyarakat.

“Konsep value for money. Tapi kalau saya ada filosofi Jawa, itu ‘gemi, nastiti, ati-ati’. Itu bahasa Jawa,” jelasnya.

Dalam filosofi tersebut, gemi bermakna hemat. Makna ini juga tidak terlepas dari nastiti yang berarti cermat atau teliti, sedangkan ati-ati bermakna hati-hati.

“Kalau menggunakan framework gemi nastiti ati-ati itu untuk mengelola keuangan rakyat, maka nilai Pancasila akan terwujud. Yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Filosofi tersebut pun digunakannya sebagai dasar pemerintahan untuk mengalokasikan anggaran yang ekonomis, efisien dan efektif. Tak hanya itu, equality dan equity menjadi faktor yang juga harus digunakan dalam mengatur anggaran.

“Equal itu maksudnya jangan sampai ada kesenjangan,” imbuh dia.

Di sisi lain, bukan hanya mengelola anggaran dengan baik, namun mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat juga didorong dengan literasi. Pasalnya literasi mendorong masyarakat semakin luas memiliki pengetahuan yang menjadi bekal hidupnya.

"Literasi tidak hanya membaca tapi juga bagaimana bisa mengartikan dan mengoptimalkan dari hasil bacaan itu dalam bentuk suatu tindakan," katanya.

Oleh sebab itu, perlu untuk semakin mendorong masyarakat suka membaca. Pengetahuan yang didapat dari membaca pun bisa dibagikan kepada orang lain yang mungkin tak berkesempatan membacanya.

"Setiap orang untuk tingkatkan kualitas hidup harus membaca," katanya.

(Feb)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement