JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menegaskan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sentimen eksternal dari ekonomi global. Depresiasi Rupiah merupakan efek domino dari krisis keuangan di beberapa negara, antaranya Turki dan Argentina.
Penegasan penyebab depresiasi Rupiah itu, dijelaskan kembali oleh Sri Mulyani untuk menanggapi pernyataan dari Angggota DPR dari Fraksi Demokrat Michael Wattimena yang mengkritik, pemerintah terus menerus mengkambing hitamkan kondisi eksternal negara-negara yang mengalami krisis keuangan sehingga memberikan dampak kepada Indonesia.
"Kami mohon maaf permintaan kedua, di mana pemerintah selalu menyampaikan kondisi negara lain, faktanya memang begitu," kata Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Kendati demikian, pemerintah bukannya berpangku tangan. Beberapa kebijakan tengah dimatangkan untuk mengurangi impor serta mendorong ekspor, dengan tujuan untuk mendorong nilai tukar Rupiah.