JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Ignasius Jonan memberikan penjelasan, terkait isu-isu strategis sektor ESDM yang sedang berkembang.
Dia mengatakan, ada empat isu strategis di sektor ESDM, pertama yaitu, mengendalikan impor di sektor ESDM sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi), beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi tadi.
"Kalau bisa kita (pemerintah), tidak perlu impor terlebih dahulu. Agar fokus gunakan produk dalam negeri kalau bisa. Semaksimal mungkin, atau dikenal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," kata Jonan di Gedung ESDM, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Kedua, lanjut dia, terkait tentang apa yang dicapai oleh implementasi dari B20 yang diekspansi. "Saya kira pak Darmin dan menteri lain sudah jelaskan. Sebelumnya kan untuk PSO, jadi Non-PSO (industri dan kegiatan lain seperti tambang, perkapalan, kereta api)," jelasnya.
Dia menambahkan, untuk isu yang ketiga yaitu, beberapa proyek strategi nasional bidang kelistrikan dan migas yang perlu di reschedule atau tata ulang. Untuk kurangi beban impor yang dipandang tidak perlu.
"Tapi kalau harus impor misalnya enggak ada dalam negeri ya udah dilakukan," tuturnya.

Terakhir, tutur dia, tentang kewajiban bagi eksportir SDA di sektor minerba, migas, kecuali diatur terpisah.
"Seperti kontrak kerja sama kan itu di hulu migas, hasil dibagi bawa pulang boleh, itu hasil ekspor harus kembali ke dalam negeri," ungkapnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.