Daftar hard skill penting untuk ditulis di lembar curriculum vitae untuk menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan pekerjaan yang ditawarkan. Tetapi hard skill seseorang bisa diukur secara objektif. Pada proses perekrutan, perusahaan bisa mengecek dengan tes tertulis atau ujian praktik untuk membuktikan sejauh mana hard skill calon pegawai. Tes ini bisa menentukan keputusan penerimaan calon pegawai.

Sementara penilaian soft skill lebih subjektif. Jadi, meski Anda sudah menulis soft skill tertentu di lembar CV, pewawancara akan menilai sendiri keterampilan tersebut saat bertemu. Misalnya, jika Anda mengatakan punya kemampuan komunikasi yang baik, perekrut akan merasakan apakah pelamar memang bisa berbicara luwes dengan orang baru dan bertutur kata yang baik. Hasil wawancara kerja juga punya poin khusus pada proses perekrutan.
Tergantung Pekerjaan
Seseorang yang lebih banyak bekerja di belakang meja mesti memiliki hard skill yang mumpuni. Mungkin, ia tidak akan diminta untuk presentasi, bekerja dengan tim, bertemu klien, dan sebagainya. Tetapi, orang di belakang meja dengan hard skill yang baik harus bisa memenuhi segala tuntutan pekerjaan seperti membuat laporan lengkap, menyajikan data akurat dalam bentuk tulisan, dan sebagainya.