nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Pariwisata Paling Cepat Hasilkan Devisa

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 27 320 1956306 sektor-pariwisata-paling-cepat-hasilkan-devisa-t9PgAJ9L4B.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan sektor pariwisata guna menarik devisa ke dalam negeri. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi yang tercepat untuk menambah pasokan valuta asing di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pengembangan pariwisata salah satunya dengan membuat 10 destinasi pariwisata baru atau 10 Bali baru.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum 

"Ini periode dimana kita sangat memerlukan pariwisata karena kita perlu devisa. Karena sektor ini kegiatan yang cepat (menghasilkan devisa) walaupun enggak bisa dibilang murah," ujarnya dalam acara rapat koordinasi nasional Kementerian Pariwisata di Hotel Rafles, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Darmin menjelaskan, untuk mendorong pariwisata diperlukan pembangunan infrastruktur yang memadai serta pembiayaan di sektor ini. Dibutuhkan pembangunan untuk fasilitas penginapan, ketersediaan produk-produk khas daerah tersebut, hingga persoalan air bersih.

Baca Juga : Raup Banyak Devisa, Sektor Pariwisata Bisa Stabilkan Defisit Neraca Dagang

"Membuat destinasi wisata itu harus dibangun secara besar-besaran dari infrastruktur, produk-produk, pertunjukkan, pemandangan alam. Kalau kebersihan daerahnya tidak terpelihara, air bersih tidak baik, maka tidak bisa menikmati daerah dengan tenteram karena kebersihan dan sanitasi," jelasnya.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah membangun sejumlah infrastruktur di berbagai daerah guna mendorong pariwisata. Selain itu, dikucurkan juga fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pariwisata dengan bunga yang relatif rendah yakni 7%.

Pesona Gunung Api Menghipnotis Wisatawan untuk Berkunjung 

"Sebagai gambaran, KUR bunganya disubsidi APBN makanya 7%, subsidi disiapkan Rp11 triliun tahun ini. Kalau subsidinya Rp11 triliun, kreditnya Rp120 triliun, kita bisa salurkan Rp120 triliun untuk KUR, untuk kecil dan mikro lebih dari cukup biayai," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pentingnya pembangunan dan pengembangan pariwisata. Sebab selain menyumbang devisa, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja dan membuat kualitas lingkungan hidup semakin baik karena terjaga sebagai destinasi wisata.

"Jadi ini adalah suatu sektor yang banyak memiliki dimensi luas dan itu positif. Kita berharap mengembangkan pariwisata bisa belajar dari diri sendiri dan negara-negara lain. Saya rasa Indonesia cukup bijak dan pandai untuk mengelola pembangunan tourism yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini