nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Modern Ritel Lesu, HERO Poles Strategi Bisnis Berbeda

Jum'at 05 Oktober 2018 13:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 278 1960110 bisnis-modern-ritel-lesu-hero-poles-strategi-bisnis-berbeda-CMBwWHu5ZH.jpg bisnis ritel modern lesu. Hero Grup putar otak. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mempertimbangan bisnis modern ritel yang tidak sebaik tahun sebelumnya dan ditambah komitmen perseroan untuk menekan efisiensi operasional, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) terus melakukan program perubahan komprehensif untuk memperbaiki bisnis makanan. Selain itu, perusahaan juga menggenjot kontribusi bisnis non-makanan untuk men-drive pertumbuhan kinerja.

Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall mengatakan, strategi perusahaan akan berbeda-beda untuk setiap format. Asal tahu saja saat ini HERO memiliki gerai Hero Supermarket, Giant Ekstra dan Ekspress, Guardian dan IKEA.

Baca Juga : Rupiah Anjlok Rp15.100/USD, Menko Darmin 'Salahkan' Kuatnya Ekonomi Amerika

”Misalnya pada bisnis makanan, Giant meluncurkan program harga teman sebagai salah satu strategi perusahaan untuk menawarkan harga yang lebih murah untuk pelanggan," ujarnya di Jakarta.

Sedangkan untuk Hero Supermarket, perusahaan akan melakukan branding sebagai supermarket premium dengan mengutamakan kualitas produk dan pelayanan. Untuk IKEA, perusahaan juga tengah bersiap membangun gerai kedua di Cakung, Jakarta Timur. Pembangunan gerai kedua IKEA dilakukan karena penjualan IKEA terus menunjukkan pertumbuhan, didukung oleh peningkatan jumlah kunjungan pelanggan ke toko IKEA Alam Sutera.

IKEA juga fokus menggarap penjualan online melalui e-commerce milik sendiri, yang jangkauan pengirimannya sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia. IKEA menjadi salah satu gerai yang performanya sangat apik di sepanjang semester I-2018. Tak cuma menerapkan digitalisasi IKEA, HERO juga sudah mulai merambah segmen makanan dan salah satunya dengan menggandeng perusahaan berbasis aplikasi. Sehingga pelanggan bisa berbelanja melalui aplikasi ojek online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Penambang Lokal Dinilai Mampu Kelola Tambang Emas Freeport

Saat ini Grup HERO memiliki enam jenis gerai antara lain Giant Ekstra, Giant Ekspres, Giant Mart, Hero Supermarket, Guardian dan IKEA. Sedangkan untuk Guardian perusahaan berfokus pada ekspansi berkelanjutan, tampilan baru, produk eksklusif dan terus mengembangkan supply chain dengan membuka distribution center baru di Surabaya, Jawa Timur.

Tercatat sampai dengan semester pertama 2018, HERO telah mengoperasikan 447 gerai. Seperti dikutip dari Harian Neraca, gerai paling banyak yang dimiliki adalah Guardian sebanyak 257 gerai, lalu disusul oleh 99 gerai Giant Ekspres, 59 Giant Ekstra, 31 Hero Supermarket dan 1 IKEA.

Sementara penjualan dari Guardian dan IKEA naik 27% secara year-on-year (yoy) atau menjadi Rp1,41 triliun.Saat ini, penjualan perseroan terbagi dalam dua segmen yakni makanan yang terdiri dari Hero Supermarket dan Giant serta bisnis non makanan yakni Guardian dan IKEA. Sementara itu, segmen makanan menyusut 6,54% menjadi Rp5,43 triliun.Secara keseluruhan, total penjualan HERO pada semester I/2018 adalah Rp6,84 triliun atau terpangkas 1,1% secara yoy dari sebelumnya Rp6,92 triliun.

Baca Juga : Penambang Lokal Dinilai Mampu Kelola Tambang Emas Freeport

Tidak hanya menambah gerai IKEA, HERO tetap ekspansi dengan menambah tujuh gerai Giant tahun ini. Gerai baru itu di antaranya berada di Gowa dan Makassar. Saat ini perseroan fokus pada pelanggan dan bakal terus melakukan perbaikan serta inovasi untuk meningkatkan kinerja.Di paruh pertama tahun ini, secara total pendapatan HERO menurun tipis 1,11% year-on-year (yoy) menjadi Rp6,85 triliun. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan Hero Supermarket juga merosot 51,95% (yoy) menjadi hanya senilai Rp34,29 miliar.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini