nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bergerak Liar, Saham Holcim Masuk Pengawasan BEI

Selasa 16 Oktober 2018 13:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 16 278 1964676 bergerak-liar-saham-holcim-masuk-pengawasan-bei-9xIDD1GnCJ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Perdagangan saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perdagangan harga saham bergerak liar dan aktif di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA).

Harga saham SMCB menguat 19,11% menjadi Rp1.870 per saham. SMCB diperdagangkan sebanyak 6.113 kali dengan volume 46,6 juta lembar saham. Total transaksi Rp 81,72 miliar. Dalam sepekan terakhir harga saham SMCBsudah naik 73,95%. Bahkan dalam sebulan terakhir harga saham SMCB sudah naik 103,26%.

SMCB memiliki price to earning ratio (PER) minus 13,26x dengan kapitalisasi pasar Rp 14,33 triliun. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Baca Juga: Tak Mampu Kejar Pertumbuhan 5%, Holcim Turunkan Target Jadi 2%

Reli harga saham SMCB selama sepekan terakhir didorong oleh rumor divestasi saham. Salah satu pemegang saham, Lafarge Holcim perusahaan asal Swiss yang memegang kendali penuh atas Holcim Indonesia dengan menguasai 80,64% atau setara 6,18 miliar saham SMCB melalui anak usahanya, Holderfin B.V. Lafarge diberitakan akan melepas kepemilikannya yang sudah santer sejak dua bulan lalu.

Nama-nama perusahaan yang akan membeli saham Lafarge tersebut antara lain, perusahaan semen China Anchui Conch. Lalu muncul nama Taiheiyo Cement Corp, perusahaan semen asal Jepang, yang juga dikabarkan berminat membeli kepemilikan saham Holcim.

Baca Juga: Holcim Minta Pemerintah Beri Moratorium Impor Semen

Selain itu ada juga miliuner asal Malaysia Francis Yeoh dari YTL Corp yang juga dikabarkan akan membeli saham Lafarge.

Dari dalam negeri PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan Heidelberg Cement AG, pemegang saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga digadang-gadang ikut dalam pertempuran merebut saham Lafarge di Holcim tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini