nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Buka Konferensi Our Ocean 2018 di Bali

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 14:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 29 320 1970417 presiden-jokowi-buka-konferensi-our-ocean-2018-di-bali-L3ZxMN15ss.png Ilustrasi (Foto: Twitter Susi Pudjiastuti)

JAKARTA - Konferensi Our Ocean 2018 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Konferensi tingkat internasional ini merupakan gelaran ke-5, setelah terselenggaranya OCC ke-4 di Malta tahun ini, pada tanggal 5-6 oktober 2017.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyambut para kepala negara, menteri, serta delegasi yang telah hadir.

Hal itu ditegaskan Menteri Susi dalam postingan Twitter-nya, Senin (29/10/2018). "Semoga konferensi ini menghasilkan komitmen2 yg konkret. Selamat menikmati #OurOcean2018!" demikian cuitan Menteri Susi.

Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Hadir di Konferensi Laut Dunia, Menko Luhut Cs 'Sibuk'

Sekadar diketahui, sejak tahun 2014, konferensi ini mengundang pemimpin-pemimpin dunia kelautan yang berkomitmen melakukan perubahan bersama guna mengubah tantangan menjadi peluang kerja sama, inovasi, dan keberlanjutan.

Selain perencanaan konsep, tema, strategi komunikasi, dan persiapan logistik penyelenggaraan OOC ke-5, hal terpenting yaitu pengukuran pengembangan komitmen seluruh peserta yang terlibat dalam konferensi ini.

Baca Juga: Pentingnya Penanganan Global untuk Atasi Sampah Plastik di Laut

OCC 2018 mengusung tema “Our Ocean, Our Legacy” (Laut Kita, Warisan Kita). Maknanya, laut adalah amanah yang akan diwariskan untuk generasi penerus.

Aksi OOC 2018 akan mengusung hal-hal yang telah dibahas pada konferensi sebelumnya, yaitu perikanan berkelanjutan, konservasi laut, polusi laut, dampak perubahan iklim, keamanan maritim, dan ekonomi biru (blue economy), serta keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

Sebagai informasi, OOC 2018 dilakukan di Bali Nusa Dua Convention Centre pada 29-30 Oktober 2018, dan akan dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara termasuk beberapa kepala negara dan pemerintahan. Dalam konferensi ini juga akan dihadirkan stakeholder utama kelautan dan perikanan termasuk sektor swasta, akademisi, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini