Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harapan Petani Indonesia Bisa Bertani dengan Tenang dan Menguntungkan

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Sabtu, 03 November 2018 |08:39 WIB
Harapan Petani Indonesia Bisa Bertani dengan Tenang dan Menguntungkan
Petani (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTAPetani padi adalah salah satu pihak yang ikut gelisah dengan terbitnya data baru produksi beras metode Kerangka Sampling Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS). Ketua Umum Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir berusaha menjelaskan, saat ditanya apa pengaruh data BPS terhadap KTNA. Menurutnya, kalangan petani khawatir, data baru yang memprediksi jumlah produksi beras sepanjang tahun 2018 itu akan membuat pemerintah memutuskan kembali melakukan impor beras.

“Saya ditanya, mengganggu nggak? Kalau mengganggu nggak.., cuma saya keserempet. Kalau data begini kan harus segera impor, itu yang kami keberatan”, ujar Winarno ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/11/2018).

Apa yang menjadi keinginan petani menurut Winarno tidaklah rumit, hanya ingin bertani dan mendapat untung dari usaha pertaniannya.

Baca Juga: Data BPS Oktober 2018 Ungkap Kesejahteraan Petani Membaik dan Inflasi Terkendali

“Jadi begini, petani itu maunya berusaha tani dengan tenang dan menguntungkan. Sudah cuma segitu-gitunya. Waktu tanam butuh air ada air, butuh bibit ada bibit, butuh pupuk ada pupuk, kalau ada hama butuh pestisida ada pestisida, jadi kebutuhan petani itu ada. Berusaha dengan tenang, dan menguntungkan. Saat jual, ada hasilnya. Kalau tidak ada hasilnya untuk apa?” jelas Winarno.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement