nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan 2 Kawasan Ekonomi Khusus Babel Terganjal Masalah, Apa Itu?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 05 November 2018 15:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 05 320 1973525 pembangunan-2-kawasan-ekonomi-khusus-babel-terganjal-masalah-apa-itu-OYkyaMTZyO.jpg Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (Foto: Google)

JAKARTA - Pemerintah Daerah Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan dua daerah untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kedua daerah tersebut adalah Tanjung Gunung dan Sungai Liat.

Menurut Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, masih ada kendala dalam penetapan kedua daerah tersebut untuk menjadi KEK. Kendala utama dalam penetapan KEK adalah masalah zonasi.

Menurut Erzaldi, dirinya menginginkan agar kedua wilayah tersebut menjadi KEK Pariwisata. Sedangkan saat ini, kawasan tersebut masih menjadi kawasan pertambangan.

Menurutnya, pemerintah harus segera menetapkan akan dijadikan KEK seperti apa dua daerah tersebut. Jangan sampai kedua kawasan tersebut memiliki dua fungsi yakni kawasan pariwisata dan kawasan pertambangan.

Baca Juga: Rapat dengan Menko Darmin, Babel Usul Bangun 2 KEK Pariwisata

"Masih ada catatan kecil berkenaan dengan adanya tambang di sekitar daerah yang akan kita jadikan kawasan pariwisata. Jangan sampai nanti kita mendua. Pilih mana, pilih tambang atau pariwisata. Mana yang mengungkap jadi kita minta ketegasan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Saat ini lanjut Erzaldi, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat teramsuk Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PT Timah (Persero) selaku Pemiliki pertambangan timah di Bangka Belitung.

"Mudah-mudahan ada suatu keputusan yang baik dalam hal pengajuan KEK Pariwisata," ucapnya.

Baca Juga: Jika Disetujui Menko, Babel Bangun KEK Tourism dan Olahraga

Erzaldi menyebut, jika usulan tersebut akan diputuskan dalam waktu dekat. Pasalnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian sendiri sudah meminta agar keputusan tersebut ditetapkan tidak lebih dari satu bulan lamanya.

"Tadi Pak Menko (Darmin) minta dibawah 1 bulan, tahun ini. Tahun ini pun juga sudah bergerak," kata Erzaldi.

 (Feb)

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini