nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Anjlok Terbebani Saham Apple

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 07:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 13 320 1976981 wall-street-anjlok-terbebani-saham-apple-nwUsPb7TSD.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Hal ini dipicu penurunan saham Apple dan Goldman Sachs Group yang akhirnya menyeret saham-saham sektor teknologi dan keuangan.

Tercatat, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 602.12 poin atau 2,32% ke 25.387,18, indeks S&P 500 turun 54,79 poin atau 1,97% menjadi 2.726,22 dan indeks Nasdaq turun 206,03 poin atau 2,78% menjadi 7.200,87. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Imbas Anjloknya Saham Apple

Penurunan Wall Street ini menghapus keuntungan dari reli singkat mereka setelah pemilihan umum paruh waktu Kongres AS pada 6 November.

Saham Apple anjlok 5% setelah beberapa pemasok perusahaan, termasuk Lumentum Holdings Inc, yang komponennya menggerakkan teknologi Face ID iPhone memangkas proyeksi mereka. Penurunan Apple menghambat Nasdaq, yang turun lebih dari dua persen.

 Baca Juga: Selain The Fed, Wall Street Terbebani Ekonomi Global

Saham Lumentum juga anjlok 33%. Saham beberapa produsen chip yang dijual ke Apple, seperti Cirrus Logic Inc, Qorvo Inc dan Skyworks Solutions Inc, juga rontok. Indeks Philadelphia SE Semiconductor jatuh 4,4%.

"Kekhawatirannya adalah tentang pertumbuhan ekonomi global, khususnya permintaan untuk produk perusahaan seperti Apple," kata ahli strategi investasi Edward Jones Kate Warne.

 Baca Juga:  Wall Street Jatuh Tunggu Hasil Pertemuan The Fed

"Investor menjadi lebih risau tentang perusahaan-perusahaan yang tumbuh pesat dan apakah mereka akan terus tumbuh pada kecepatan itu," sambungnya.

Sementara itu, saham Goldman Sachs juga jatuh 7,5% setelah Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan negara itu menuntut pengembalian dana penuh dari semua biaya yang dibayarkan ke bank Wall Street untuk mengatur kesepakatan miliaran dolar AS untuk dana negara (state fund) yang bermasalah 1MDB.

Goldman Sachs adalah penyeret terbesar di indeks Dow, yang turun lebih dari 2%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini