JAKARTA – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang berencana menerbitkan surat utang atau obligasi melalui skema obligasi berkelanjutan Chandra Asri Petrochemical tahap I tahun 2018 dengan nilai penerbitan pokok sebesar Rp500 miliar.
Baca Juga: Tertekan Harga Minyak Dunia, Laba Chandra Asri Turun 33,7%
Dikutip dari Harian Neraca, Senin (19/11/2018), emiten produsen petrokimia terintegrasi ini menyebutkan, 80% atau sekitar Rp400 miliar hasil dari obligasi akan digunakan untuk melunasi pokok utang berdasarkan Facility Agreement for USD220.000.000 Single Currency Term Facility tanggal 29 September 2012. Pembayaran utang tersebut diprediksi akan dilaksanakan pada 29 Maret 2019. Sebesar 20% sisanya akan digunakan entitas anak PT Barito Pacific Tbk. tersebut untuk mendanai sebagian belanja modal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan/atau diversifikasi produk yang bertujuan menaikkan skala usaha perseroan.

Perseroan menjelaskan, belanja modal itu akan digunakan terutama untuk membeli mesin pabrik methyl tert-buthy ether (MTBE) dan Butene-1 dengan estimasi mulai beroperasi pada kuartal III/2020 dan diperkirakan menelan biaya USD130,5 juta. Aksi korporasi penerbitan obligasi ini terdiri dari seri A dan seri B. Perseroan memegang peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut.