nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbankan Tak Langsung Ikuti Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 19:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 21 320 1980886 perbankan-tak-langsung-ikuti-kenaikan-suku-bunga-acuan-bi-21jXRe27ic.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan hingga 175 basis points (bps) sepanang 2018 ke level 6%. Kenaikan suku bunga ini ternyata tak serta-merta direspons bank dengan menaikkan suku bunga.

Sekretaris Perusahaan dan Kepala Ekonomi BNI Ryan Kiryantono menyatakan, perbankan menyadari kebijakan pengetatan moneter memang dilakukan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan membuat imbal hasil obligasi Indonesia tetap menarik, ditengah ketidakpastian ekonomi global.

"Maka tidak serta merta kenaikan suku bunga acuan BI harus direspons dengan kenaikan bunga pinjaman oleh bank secara industri. Sehingga tidak selalu bereaksi berlebihan karena bisa jaga likuiditas baik, tergantung ke individual bank. Ada bank yang tahan suku bunga kredit dan ada yang menaikkan, dalam rangka jaga likuditas," jelasnya di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

 Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga, Bos BEI: Alhamdulillah

Ryan menjelaskan, diantaranya terkait suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Di mana pertumbuhan sektor ini masih dalam kondisi yang lemah, maka tak mungkin perbankan menaikkan suku bunganya karena akan membuat permintaan semakin rendah.

"Pertumbuhan KPR dan KPA saat ini lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir karena real demand (permintaan) memang belum memungkinkan ke bank. Jika situasi ini belum kami kelola dengan baik, apalagi kalau kami harus memaksakan diri menaikan suku bunga KPR dan KPA, tentu demand makin jauh," jelas dia.

 Baca Juga: Kadin: Pengusaha Sudah Antisipasi Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Hal ini menjadi pertimbangan bagi perbankan untuk menahan suku bunga KPR dan KPA. "Jadi dalam jangka pendek, kami akan mempertahankan lending rate untuk KPR dan KPA," kata dia.

Dia menjelaskan, industri properti memiliki dampak yang berlapis pada pertumbuhan ekonomi, sebab industri ini bisa melibatkan banyak sektor lainnya.

"Ada lebih 100 item yang terkait industri properti. Jadi multiplier efek luar biasa, maka bagi bank punya ruang yang lebih besar bisa ekspansi dengan pintu masuk dari pembiayaan KPR dan KPA. Jadi tidak harus kami menaikkan suku bunga KPA dan KPR dalam jangka pendek karena demand masih terbatas," jelas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini