
Di sisi lain, pemerintah juga sangat membutuhkan tenaga-tenaga pengajar dan kesehatan yang berkualitas. Sehingga ketika itu muncul dua opsi yang akan ditetapkan oleh pemerintah, yang pertama adalah dengan menurunkan passing grade dan yang kedua adalah dengan sistem rangking.
"Dengan angka angka itu kita melakukan pertemuan rapat apakah sisa formasi ini dikosongkan atau harus diisi. Nah kita liat formasinya. Tahun ini mayoritas adalah guru di sekolah sekolah. Kalau dibiarkan kosong bagaimana sekolah kosong dan bagaimana pelayanan kesehatan kalau kosong atas pertimbangan itu kita putuskan untuk tujuan mengisi," jelasnya.
Baca Juga: Seleksi CPNS Pakai Sistem Ranking, Menpan-RB: Kami Jaga Kualitas
Akhirnya setelah melalui perdebatan yang cukup alot, Panitia Seleksi Nasional pun memutuskan untuk menggunakan sistem rangking. Karena menurutnya, dengan sistem rangking ini pemerintah tidak akan mengurangi kualitas dari peserta yang lolos.