Selain itu, perseroan juga melakukan pembangunan kluster 10 juta ton baja di Cilegon. Kluster 10 juta ton ini ditargetkan akan rampung pada 2025 mendatang.
Selain itu untuk mendorong program efesiensi produksi, perseroan melakukan pembangunan Blast Furnace. Progres pembangunan Blast Furnace juga telah menunjukan sesuatu hasil yang menggembirakan.
Baca Juga: Perang Dagang ala Trump Untungkan Industri Baja, Ini Penjelasannya
Pada 16 Oktober lalu, dilakukan pemanasan tungku blast stice yang merupakan tahapan penting dari beroperasinya keseluruhan pabrik Blast Furnaxe Complek. Pabrik ini akan melakukan produksi perdananya atau First Blow pada 20 Desember 2018 mendatang.
"Ini jadi tanda baik bhwa ke depan industri baja nasional akan semakin baik. Walaupun peraturan-peraturan harus disempurnakan agar mendukung industri baja nasional," jelasnya.
(Rani Hardjanti)