nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: BI Tunjukkan Taring dengan Naikkan Suku Bunga

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 27 20 1983446 presiden-jokowi-bi-tunjukkan-taring-dengan-naikkan-suku-bunga-3xDICoiIoj.jpg Foto: Jokowi di Pertemuan BI (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengapresasi keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat untuk menjaga nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang beberapa bulan lalu mengalami tekanan yang cukup berat.

Menurut Jokowi, langkah kenaikan BI ini cukup berani dan mengejutkan pasar. Namun dirinya mengapresiasi langkah tersebut karena hal tersebut menunjukkan jika Indonesia sangat percaya diri dalam menghadapi tekanan global.

 Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25% Jadi 6%

Apalagi kenaikan suku bunga acuan tersebut mendahului kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat The Fed (Fed Fund Rate). The Fed aendiri baru akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember mendatang.

"Dan baru saja juga kita lihat 15 November lalu Gubernur Bank Indonesia dan jajarannya kembali menunjukan keberanian memberikan kejutan pada pasar dengan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 6%. Yang saya anggap berani itu bukan besarnya kenaikan tapi kejutannya itu," ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Menurut Jokowi, keputusan mengejutkan juga bukan hanya datang dari pasar. Para pengamat ekonomi (ekonom) juga memprediksi jika BI belum akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini.

 Baca Juga: Kadin: Pengusaha Sudah Antisipasi Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Sebab seluruh indikator makro ekonomi Indonesia mulai membaik. Sebagai salah satu contohnya, harga minyak mentah dunia mulai turun, kemudian nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga mulai menguat.

"Mengapa saya samapaikan seperti itu, karena saya membaca laporan 31 ekonom yang disurvei Bloomberg hanya 3 yang punya ekspektasi BI naikkan bunga hari itu, dan saya lihat pasar benar-benar kaget dengan kenaikan BI dan disambut amat positif oleh pasar," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyebut jika saat ini kenaikan suku bunga yang dilakukan BI sudah bisa dilihat hasilnya. Nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari terakhir terus mengalami penguatan hinga kembali di angka Rp14.485 per USD.

"Alhamdulilaah Rupiah menguat signifikan dan kemarin saya lihat sudah kembali pada kisaran Rp14.500 per USD," ucapnya.

 Baca Juga: Perbankan Tak Langsung Ikuti Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Jokowi menyebut jika ketegasan seperti itu harus terus dipertahankan. Khususnya dalam menghadapi kondisi perekonomian dunia yang menurutnya masih belum stabil.

"Keberanian seperti ini yang kita butuhkan saat mengahdapi kondisi ekonomi dunia yang banyak ketidak pastian. Persepsinya BI menunjukkan ketegasan, menunjukkan determinasinya untuk membentengi Rupiah. Dalam bahasa keseharian kita bisa saja disebut taringnya BI keluar," jelasnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini