Adhi Karya Didampingi 2 Kontraktor Jepang Garap Proyek Pelabuhan Patimban

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 01 320 1985392 adhi-karya-didampingi-2-kontraktor-jepang-garap-proyek-pelabuhan-patimban-Kxg1s1V1we.jpg Pelabuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tiga perusahaan kontraktor mulai mengerjakan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ketiga kontraktor tersebut PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan dua perusahaan asal Jepang yakni Toyo Construction Co Ltd dan Wakachiku Construction Co Ltd.

Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan Kontrak Paket 2 Pembangunan Pelabuhan Patimban senilai Rp962 miliar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta.

”Nantinya pekerjaan tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan kontraktor joint venture yang terdiri atas Toyo Construction Co Ltd, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan Wakachiku Construction Co Ltd,” kata Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo di sela acara penandatanganan kontrak Paket 2 Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.

Menurut Agus, Kontrak Paket 2 tersebut meliputi pekerjaan pembangunan pemecah gelombang (breakwater), pembangunan dinding laut (seawall), dan pekerjaan pengerukan alur Pelabuhan Patimban.

Baca Juga: Terminal Petikemas Kuala Tanjung Mulai Diuji Coba

Agus berharap pekerjaan Paket 2 ini dapat diselesaikan tepat waktu. Pekerjaan Paket 2 ini, kata dia, untuk mendukung rencana soft opening Pelabuhan Patimban yang diharapkan dapat dilaksanakan pada Agustus atau paling lambat akhir 2019.

Selain itu, Agus juga berharap pekerjaan Paket 2 dapat dikerjakan dengan kualitas standar pekerjaan Jepang yang baik dan tepercaya. ”Saya yakin kontraktor Jepang dapat bekerja dengan cepat dan efisien dalam melaksanakan proyek dan hasilnya sesuai standar pekerjaan Jepang yang sudah terjamin dan tepercaya kualitasnya,” ungkapnya.

Diketahui, proyek Pelabuhan Patimban ini terdapat sembilan paket pekerjaan yang dikerjasamakan dengan Kemenhub. Sembilan paket ini merupakan fase 1 senilai kurang lebih Rp9 triliun. Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Tujuan pembangunan pelabuhan ini antara lain untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan. Selain itu, juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan.

Baca Juga: Kembangkan Pelabuhan di Bagian Barat, Pelindo I Terima Pinjaman Rp1,3 Triliun

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sebagai proyek strategis nasional, pembangunan proyek ini dibiayai melalui official development assis tance (ODA) loan dari Jepang.

”Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban juga sebagai tanda eratnya hubungan antara Jepang dan Indonesia selama 60 tahun,” kata Menhub belum lama ini.

Menhub berharap, dengan adanya Pelabuhan Patimban, maka sistem logistik nasional dapat lebih baik dengan biaya yang semakin murah.

Secara teknis Pelabuhan Patimban pada tahap awal akan melayani 3,5 juta TEus, kemudian dapat ditingkatkan menjadi 5,5, juta TEus dan 7,5 juta TEus. ”Jadi Pelabuhan Patimban akan sama besarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang diharapkan bisa operasi pada 2019,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini