nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Mitrabara Adiperdana Turun 7,8% Jadi USD44,7 Juta

Senin 03 Desember 2018 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 278 1986094 laba-mitrabara-adiperdana-turun-7-8-jadi-usd44-7-juta-1dEGLzk1pC.jpg Mitrabara Adiperdana (Foto: Harian Neraca)

JAKARTA - Di kuartal tiga 2018, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mencatatkan laba bersih sebesar USD44,71 juta atau turun 7,8% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat rugi bersih sebesar USD48,5 juta.

Penjualan emiten batubara ini tercatat sebesar USD187,9 juta atau naik 7,71% dibandingkan akhir September 2017 sebesar USD203,6 juta. Sedangkan beban pokok penjualan mengalami kenaikan 4,28% dari USD107,3 juta menjadi USD112,1 juta. Adapunkewajiban perseroan tercatat sebesar USD35,82 juta atau turun 6,77% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD38,4 juta. Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar USD138,35 juta atau naik 13,08% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD122,3 juta.

Baca Juga: Anggarkan USD10,8 Juta, Mitrabara Bagi Dividen Rp117,91/Saham

Adapun aset perseroan tercatat sebesarUS$174,1 juta atau naik 8,33% dibandingakhirtahun 2017 yang tercatat sebesarUSD160,7 juta. Sebagai informasi, saat ini MBAP tengah fokus untuk melakukan research coal mining. Selain itu, MBAP juga tengah mengembangkan bisnis di luar batubara. MBAP memiki dua anak usaha di bidang energi, yaitu PT Cipta Tenaga Surya dan PT Mitra Malinau Energi. Saat ini MBAP tengah mendiskusikan dengan PLN Kalimantan Timur guna mengajukan proposal mengenai rencana pembangunan pembangkit istrik tenaga surya.

Baca Juga: Targetkan 4 Juta Ton Batu Bara, Mitrabara Anggarkan Capex USD10,6 Juta

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capex sebesar USD4,82 juta akan dialokasikan untuk pembelian alat baru, serta menjaga infrastruktur. Disebutkan, capex tahun ini tidak sebesar tahun lalu yang mencapai USD6,15 juta, lantaran alat berat sudah terbeli di tahun 2017. Kemudian dalam pengembangan ekspansi bisnis, perseroan siap masuk dalam bisnis pembangkit listrik tenaga surya pada tahun depan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini