nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Anjlok Pasca-OPEC Tak Umumkan Hasil Pertemuan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 07:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 320 1987937 harga-minyak-anjlok-pasca-opec-tak-umumkan-hasil-pertemuan-5SinxEvtJq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Harga minyak dunia melanjutkan pelemahan pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) setelah OPEC dan sekutu-sekutunya mengakhiri pertemuan tanpa mengumumkan keputusan untuk memangkas produksi minyak.

Tercatat, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari turun USD1,4 menjadi menetap di USD51,49 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun USD1,5 menjadi ditutup pada USD60,06 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian seperti dilansir Xinhua, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

 Baca Juga: Harga Minyak Merosot Jelang Pertemuan OPEC

OPEC yang dipimpin negara-negara Arab dan Non-Opec mengadakan pertemuan di Wina, Austria, pada Kamis 6 Desember 2018. Pertemuan ini diadakan untuk mengatasi anjloknya haarga minyak, akan tetapi belum ada keputusan untuk pengurangan produksi minyak.

OPEC dilaporkan setuju untuk memangkas produksi, tetapi tidak ada rincian khusus tentang berapa banyak minyak yang akan ditariknya dari pasar.

Kelompok beranggotakan 15 negara itu akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan sekutu-sekutunya termasuk Rusia pada hari ini waktu setempat.

 Baca Juga: Harga Minyak Merosot hingga 20%

Menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS, Amerika Serikat membukukan kenaikan dramatis dalam ekspor minyak mentahnya menjadi lebih dari 3,2 juta barel per hari pekan lalu. Hal ini menambah tekanan pada harga minyak dunia.

Sementara itu, kinerja ekspor melebihi impor yang menjadikan produsen minyak utama dunia itu sebagai eksportir bersih untuk pertama kalinya dalam 75 tahun.

Meskipun persediaan minyak mentah AS turun menjadi 443,2 juta barel dalam seminggu yang berakhir 30 November, jumlahnya masih sekitar 6,00% di atas rata-rata lima tahun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini