Flare terbaru pun muncul setelah administrasi Trump meningkatkan pembatasan investasi China dan menampar tarif pada barang-barang China senilai USD250 miliar. Otoritas AS mengatakan tindakan tersebut sebagai tanggapan terhadap keluhan yang diabaikan terlalu lama atas peraturan China yang memaksa perusahaan AS untuk menyerahkan teknologi dan rahasia dagang jika mereka ingin berbisnis di sana.
Ambisi China untuk menjadi pemimpin dunia dalam industri teknologi tinggi dipandang AS sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, dan Huawei telah menjadi fokus perhatian mereka.

Para analis mengatakan, penahanan Meng menimbulkan komplikasi jangka panjang bagi perusahaan teknologi raksasa China ini. “Ini dapat memiliki efek berantai dan mempengaruhi pilihan pengadaan lebih banyak negara,” ujar pendiri perusahaan riset yang berbasis di Shanghai, ICwise Gu Wenjun, “AS kemungkinan akan mengambil kesempatan untuk meminta sekutu-sekutunya untuk berhenti menggunakan perlengkapan Huawei.”
Tahun ini, pemerintah Australia dan Selandia Baru telah mengikuti AS untuk memblokir Huawei dari membangun jaringan 5G di negara mereka atas masalah keamanan nasional. Dan tak lama sebelum penangkapan Meng, Grup BT Inggris mengatakan akan menghapus Huawei dari inti jaringan seluler 3G dan 4G yang ada dan tidak akan mempertimbangkannya lagi untuk jaringan berikutnya.