NEW YORK - Kurs dolar AS memperpanjang kenaikan pada akhir perdagangan Selasa, karena sterling merosot atas kekacauan terbaru seputar Brexit.
Melansir Xinhua, Rabu (12/12/2018), Perdana Menteri Inggris Teresa Mei bertemu dengan para pemimpin Eropa untuk mendukung pengadilan perubahan kesepakatan Brexit, setelah dia memutuskan untuk menunda pemilihan parlemen pada kesepakatan Brexit yang sebelumnya dijadwalkan untuk Selasa.
Baca Juga: Dolar AS Balik Menguat di Tengah Penundaan Kesepakatan Brexit
Namun, Uni Eropa telah menutup kemungkinan untuk menegosiasikan kembali kesepakatan perceraiannya dengan Inggris-Uni Eropa. Kesepakatan Brexit May akan dibawa kembali ke parlemen Inggris untuk pemungutan suara sebelum 21 Januari. Kabinet akan bertemu pada Rabu sore dengan fokus pada kesiapan tanpa-penanganan.

Langkah tersebut terus mengguncang investor dan menyeret sterling ke level terendah sejak April 2017. Analis mengatakan sulit untuk memprediksi bagaimana sterling akan diperdagangkan di masa depan, karena sebagian besar tergantung pada apa yang akan keluar dari pembicaraan May dengan Brussel dan bagaimana parlemen Inggris akan bereaksi nanti.
Baca Juga: Dolar AS Lesu Imbas Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1326 dari USD1,1352 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2528 dari USD1,2557 di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7205 dari USD0,7185.
Dolar AS membeli 113,39 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9928 franc Swiss dari 0,9897 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3396 dolar Kanada dari 1,3411 dolar Kanada.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.