nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hunian TOD Dimonopoli BUMN, PUPR: Perasaan Pengembang Aja yang Baper

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 08:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 14 470 1991112 hunian-tod-dimonopoli-bumn-pupr-perasaan-pengembang-aja-yang-baper-HYCA2wvB6D.jpg Hunian Konsep TOD (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Pengembangan hunian terintegrasi transportasi masal atau yang biasa disebut Transit Oriented Development (TOD) ternyata mendapatkan protes dari sejumlah pengembang swasta. Pasalnya, pengembangan TOD hampir seluruhnya digarap oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, tidak benar jika dalam pengembangan TOD hanya untuk perusahaan BUMN. Karena pemerintah juga mempersilahkan kepada swasta untuk membangun hunian konsep seperti ini.

"Perasaan pengembang aja yang baper itu. Buktinya pengembang besar yang mampu langsung ini," ujarnya dalam acara diskusi media di Jakarta, Kamis (13/12/2018) malam.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bantah Adanya Monopoli Pembangunan TOD oleh BUMN

Mengenai lahan, menurut Khalawi, seharusnya pengembang swasta segera mengambil alih lahan jika ingin membangun hunian TOD. Atau jika tidak ada lahan yang nempel stasiun, minimal hunian tersebut bisa dibangun dekat wilayah stasiun.

"Lahan di sini mestinya pengembang cepet-cepetan dong," ucapnya.

(Foto: Ground Breaking Bersama 3 Menteri di TOD Stasiun Rawa Buntu, Serpong)

Agar lebih menarik perhatian, pengembang bisa melakukan inovasi. Seperti dengan menyediakan shuttle bus yang akan mengantar dari rumah menuju stasiun Kereta Rel Listrik (KRL).

"Mereka punya lahan dia tidak dekat dengan stasiun. Saya bilang begini mungkin agak jauh dari situ. buat shuttle fasilitas shuttle bus di situ dibuat menarik misalnya kaum milenial mau milih ke situ gampang juga kesitu," jelasnya.

Baca Juga: Bekasi Akan Punya 5 Kawasan Terintegrasi dengan LRT

Khalawi mengungkapkan, salah satu pengembang besar yang siap bersaing dalam membuat konsep hunian TOD adalah Sinarmas. Sadar betul tidak akan bisa memiliki tanah KAI yang dekat stasiun, Sinarmas land berencana membangun hunian khusus TOD dekat dengan stasiun dengan menawarkan antar jemput dengan shuttle bus tiap harinya.

"Salah satunya persaingan seperti itu. yang sudah merencanakan adalah Sinarmas," kata Khalawi. (fbn)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini