Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi yaitu PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.
Adapun, entitas anak PT Barito Pacific Tbk. tersebut akan menggunakan seluruh dana dari obligasi berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical tahap I tahun 2018 untuk beberapa keperluan. Pertama,sebesar 80% akan digunakan untuk melunasi pokok utang berdasarkan Facility Agreement senilai USD220 juta Single Curency Term Facility tanggal 29 September 2012. Pembayaran atas utang tersebut diperkirakan pada 29 Maret 2019.
Baca Juga: Tertekan Harga Minyak Dunia, Laba Chandra Asri Turun 33,7%
Kedua,sekitar 20% akan digunakan perseroan untuk mendanai sebagian belanja modal. Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi melalui pembelian mesin pabrik methyl tert butyl ether (MTBE) dan Butene-1 baru. Kata Investor Relation Chandra Asri Petrochemical.
Harry Tamin menyampaikan perseroan memprediksi akan menggelontorkan USD130,5 juta untuk pembelian mesin tersebut. Adapun, pabrik MTBE itu ditargetkan dapat beroperasi pada kuartal 2020.
(Dani Jumadil Akhir)