nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hunian Nempel Stasiun Jadi Tren Tahun Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 17:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 470 1992505 hunian-nempel-stasiun-jadi-tren-tahun-depan-2YD63x0wOR.jpg Hunian Konsep TOD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengembang menyebut tren properti 2019 masih akan sama dengan tahun ini. Di mana akan ada banyak pembangunan properti yang berbasis Transit Oriented Development (TOD) alias nempel stasiun.

Managing Director Sinarmas Land Dhonie Rahajoe mengatakan, tren TOD ini tidak terlepas dari pesatnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, ada juga kecenderungan generasi milenial yang enggan membeli hunian jauh dari tempat kerja.

"Saya lihat ada tren bagus perkembangan infratruktur bukan saja di kota tadi ada yang namanya TOD. Jadi bukan lagi jarang tempuh tapi waktu tempuh," ujarnya dalam acara property Outlook di Komplek Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/12/2018).

 Baca Juga: Hunian TOD Dimonopoli BUMN, PUPR: Perasaan Pengembang Aja yang Baper

Menurut Dhonie, dalam membangun properti memang yang menjadi kunci adalah lokasi. Jika lokasinya berada ditempat strategis maka secara otomatis jumlah pembeli pun akan meningkat.

Oleh karenanya untuk mendorong dan menyediakan lokasi yang strategis diharapkan pemerintah bisa terus membangun infrastruktur di berbagai daerah. Jika akses semakin banyak maka akan semakin banyak generasi milenial yang minat untuk membeli properti.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan memberikan insentif. Seperti dengan insentif perpajakan yang menurutnya memang setiap tahunnya menjadi permasalahan.

"Properti itu kuncinya adalah lokasi lokasi dan lokasi. Jadi disediakan sarana infrastruktur, bagaimana pemerintah melakukan tools dan peraturan darah yang bisa memberikan instentif," jelasnya.

 Baca Juga: Mengenal Konsep Properti TOD dan Manfaatnya

Khusus di daerah, Dhonie juga diharapkan bisa memangkas perizinan. Jangan sampai ada lagi daerah yang justru mempersulit investor baik dalam maupun luar negeri ketika akan membangun properti.

"Contoh Singapura itu tidak punya sumber daya apa-apa ya, tapi dia membuat hub dan mengurangi aturan itu seperti membuka keran seperti air mengalir. Bonus adanya infrastruktur itu jadi tinggal bagaimana daerah bisa merangsang agar investor bisa datang," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini