nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waren Buffet: Pasar Saham Tegang, Coba Baca Puisi Abad ke-19

Rany Fauziah, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 07:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 18 278 1992858 waren-buffet-pasar-saham-tegang-coba-baca-puisi-abad-ke-19-035sZoVQ4F.jpg Warren Buffett (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pasar saham telah mengalami tahun yang bergejolak dan itu belum berakhir, seperti saham Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari 520 poin pada hari Senin dan sedangkan saham S&P500 turun 2,1%.

Melansir dari laman CNBC, bagi rata-rata orang, pergeseran di pasar, bahkan yang sedramatis yang pernah kita lihat tahun ini, tidak seharusnya menjadi penyebab kepanikan.

Selama masa volatilitas, investor berpengalaman Warren Buffett mengatakan yang terbaik adalah tetap tenang dan tetap berpegang pada dasar-dasar, yang berarti, beli dan tahan untuk jangka panjang.

Baca Juga: Warren Buffett Ungkap 1 Tips Berharga Ubah Hidup 50% Lebih Baik

Jadi, selama kemerosotan, perhatikan bait-bait dari puisi klasik abad ke-19, Rudyard Kipling jika ini bisa membantu menggambarkan ini, Buffett menulis dalam surat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2017-nya:

If you can keep your head when all about you are losing theirs ...

If you can wait and not be tired by waiting ...

If you can think – and not make thoughts your aim ...

If you can trust yourself when all men doubt you ...

Yours is the Earth and everything that's in it..

warren

Penurunan kondisi pasar saham tidak dapat dihindarkan, Buffett mencontohkan dengan menggunakan perusahaannya sendiri.

"Berkshire, sendiri, memberikan beberapa contoh nyata tentang bagaimana keacakan harga dalam jangka pendek dapat mengaburkan pertumbuhan nilai jangka panjang. Selama 53 tahun terakhir, perusahaan telah membangun nilai dengan menginvestasikan kembali pendapatannya dan membiarkan bunga majemuk bekerja sihirnya. Tahun demi tahun, kami telah bergerak maju. Namun saham Berkshire telah mengalami empat penurunan besar, " contohnya kata Buffet.

Dia melanjutkan setiap penurunan harga saham yang curam, termasuk yang terbaru dari September 2008 hingga Maret 2009, ketika saham Berkshire anjlok 50,7%. Penurunan besar telah terjadi sebelumnya dan akan terjadi lagi.

“Tidak ada yang bisa memberi tahu Anda kapan hal ini akan terjadi. Lampu bisa setiap saat berubah dari hijau menjadi merah tanpa berhenti di kuning," kata Buffet.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini