Pengusaha Ritel Didorong Masuk E-Commerce

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 21 320 1994295 pengusaha-ritel-didorong-masuk-e-commerce-2gVxahB5Rz.jpg Ilustrasi E-Commerce: Reuters

JAKARTA - Para pengusaha ritel, baik skala besar maupun kecil (UMKM), khususnya di Jakarta disarankan untuk masuk ke penjualan online. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tren ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Pertumbuhan sektor ritel di Indonesia sekitar 5%-6% per tahun. Sementara pertumbuhan penjualan online mencapai 17%.

Ini menunjukkan pertumbuhan online ritel naik tiga kali lipat dari pertumbuhan ritel itu sendiri. Dengan masuk e-commerce , maka akan mendukung perekonomian Ibu Kota. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meramal perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2019 membaik.

Baca Juga: BI Dorong UMKM Berbasis Pengendali Inflasi

Kadin memprediksi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta mencapai 6%. Bukan hanya pertumbuhan ekonomi, menurut Kepala Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi, diprediksi inflasi di Jakarta pun akan menurun menjadi 3,0% pada tahun depan.

Hingga akhir tahun 2018, angka inflasi di Jakarta menyentuh 3,2%. “Pertumbuhan kita cukup tinggi. Jakarta pertumbuhan ekonominya bisa lebih besar dari pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia (nasional),” papar Eddy.

Eddy memprediksi penduduk miskin di Jakarta dapat menurun menjadi sekitar 3,3% pada tahun 2019. Dari data yang dihimpun Kadin sampai triwulan III 2018, penduduk miskin di Jakarta mencapai 3,57% atau sebanyak 373.120 orang.

umkm

Eddy menegaskan hal-hal yang telah disebut di atas dapat tercapai apabila adanya beberapa faktor pendukung. Salah satunya adalah peningkatan investasi, dengan pembangunan MRT dan LRT sebagai yang terdepan.

“Selanjutnya, pemilu yang nanti mulai pada 2019 juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi. Terakhir menurut Eddy, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta adalah perkembangan bisnis, salah satunya sektor jasa. Jakarta sebagai kota jasa, tidak lepas dari transaksi jasa,” katanya.

(Anton C)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini