nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanda-Tanda Ekonomi Goyah Bikin Harga Minyak Dunia Jatuh

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 08:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 28 320 1996948 tanda-tanda-ekonomi-goyah-bikin-harga-minyak-dunia-jatuh-S5xFVz4p4F.png Foto: Reuters

NEW YORK - Harga minyak mentah dunia jatuh setelah sebelumnya melonjak 8%. Hal ini dipicu tanda-tanda goyahnya pertumbuhan ekonomi global dan rekor produksi minyak mentah.

Tercatat, minyak mentah berjangka Brent LCOc1 turun 4,24% atau USD2,31 menjadi menetap di USD52,16 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berjangka turun USD1,61 menjadi USD44,61 per barel atau turun 3,48%.

"Pasar mengembalikan sebagian keuntungannya dari kemarin yang dibawa bersamaan dengan euforia di pasar saham," Presiden Lipow Oil Associates di Houston, Andrew Lipow seperti dilansir Reuters, Jumat (28/12/2018).

 Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 8%

Harga minyak sempat melonjak pada hari Rabu, mengikuti lonjakan Wall Street setelah pemerintahan Presiden Donald Trump berusaha untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Namun, Wall Street kembali melemah pada beberapa sesi yang akhirnya juga menyeret harga minyak, sebelum menguat kembali pada penutupan perdagangan ke wilayah positif.

Brent dan WTI telah kehilangan lebih dari sepertiga dari nilainya sejak awal Oktober dan sedang menuju penurunan lebih dari 20% pada 2018.

Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global telah mengurangi permintaan investor untuk aset yang lebih berisiko dan menekan harga minyak mentah berjangka. Pelaku pasar juga khawatir tentang melimpahnya minyak mentah.

 Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kian Murah, Ini Penyebabnya

Tercatat, stok minyak mentah AS naik 6,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 21 Desember menjadi 448,2 juta, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan pada Kamis. Analis memperkirakan penurunan 2,9 juta barel. Sementara, data resmi pemerintah AS. akan dirilis pada hari Jumat.

Tiga bulan lalu tampak seolah-olah pasar minyak global akan kekurangan pasokan melalui musim dingin di belahan bumi utara ketika sanksi AS menghapus sejumlah besar minyak mentah Iran. Tetapi eksportir minyak lainnya telah mengkompensasi kekurangan, menekan harga.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama dengan Rusia dan produsen lainnya sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph), setara dengan lebih dari 1% dari konsumsi global.

Tetapi pemotongan itu tidak akan berlaku hingga Januari dan produksi minyak berada pada atau mendekati rekor tertinggi di Rusia, Arab Saudi dan Amerika Serikat, sekarang produsen minyak mentah utama dunia memompa 11,6 juta barel per hari.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan negara itu akan memangkas produksinya antara 3 juta dan 5 juta ton pada paruh pertama tahun 2019.

Negara itu kemudian akan dapat mengembalikannya menjadi 556 juta ton (11,12 juta barel per hari) untuk keseluruhan 2019, setara dengan 2018,

Meskipun sanksi AS telah membatasi penjualan minyak Iran, Teheran telah mengatakan eksportir pribadinya tidak memiliki masalah menjual minyaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini