Share

AP I Ambil Alih Bandara yang Dikelola Kemenhub Kuartal I-2019

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 31 320 1998001 ap-i-ambil-alih-bandara-yang-dikelola-kemenhub-kuartal-i-2019-f9N0yY98AE.jpeg Bandara. Foto: Okezone

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menargetkan pengambil alihan operasi bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan pada kuartal pertama 2019.

“Dalam periode tiga bulan ke depan sudah ‘pecah telurnya’,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi. Dia menyebutkan tiga bandara yang tengah dipersiapkan untuk dikerja samakan yakni Sentani, Samarinda Baru, dan Luwuk. “Dalam tiga bulan ini, harapannya sudah bisa,” katanya. Terkait skema kerja sama operasi, lanjut dia, terdapat dua opsi, yaitu kerja sama pemanfaatan (KSP) atau penyertaan modal negara (PMN). “Kita usulkan ada yang PMN, tapi keduanya enggak ada masalah,” katanya. Faik menyebutkan kebutuhan investasi untuk pengembangan masing-masing bandara, yakni sekitar Rp200 miliar. “Nilai investasi tergantung masing-masing bandara. Kita multi-years, tahap awal Rp200 miliar, karena mengikuti standar fasilitas dan pelayanan API,” ungkapnya.

Baca Juga: Beroperasi Pekan Ini, Bandara Morowali Pangkas Waktu Tempuh ke Kendari

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan total bandara yang akan dialihkan kepada AP I ada enam bandara. Dia mengatakan sejumlah investor, baik BUMN, swasta nasional, maupun asing sudah banyak menyatakan minat untuk kerja sama tersebut. Namun, lanjutnya, hal itu perlu melalui seleksi dan kajian karena kerja sama bandara berkaitan erat dengan faktor keselamatan. “Banyak sekali (badan usaha) yang mau, tapi karena ini berkaitan dengan udara, dengan keselamatan, maka nanti kalau sudah ada exercise, kita buka beberapa,” katanya. Secara umum, dia menuturkan, bandara-bandara yang dikerjasamakan adalah aset yang memiliki potensi pergerakan yang tinggi, baik itu didukung oleh sektor pariwisata maupun industri.

“Pergerakannya yang banyak itu, yang dipilih, kasihan kalau jadi beban mereka. Mereka bisa melaksanakan untuk meningkatkan penumpang,” katanya. Sebelumnya PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memperoleh pendanaan berupa pinjaman dari bank dan lembaga keuangan nonbank dengan nilai keseluruhan mencapai Rp5 triliun. Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendanai pengembangan bandara-bandara di bawah pengelolaan AP I. Pendanaan kali ini bersumber dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI), dan PT BRI Syariah, Tbk.

bandara

“Tahun ini kita melakukan proses pendanaan eksternal sebesar Rp5 triliun untuk membiayai realisasi capital expenditure (capex) di tahun 2018 dan sebagian di tahun 2019,” kata Faik baru-baru ini. Menurutnya, perseroan juga berkontribusi dalam mendorong perkembangan pembiayaan syariah di Indonesia. Dalam pendanaan kali ini AP I melibatkan perbankan syariah dalam pembiayaan capital expenditurenya. Sebelumnya pada 2016 perseroan telah menerbitkan sukuk ijarah senilai Rp500 miliar untuk pembiayaan capexnya.

“Di tahun 2019, dengan rencana capex sekitar Rp17,53 triliun, kami merencanakan pendanaan eksternal sebesar Rp13 triliun, dapat bersumber dari pinjaman lembaga keuangan dan penerbitan obligasi,” paparnya.

(Heru Febrianto/Ant)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini