Kesadaran membayar pajak, peningkatan basis pajak kita. Kita juga mulai mendapatkan informasi dari AEOI. Dan, kita terus membangun database dan sistem informasi perpajakan yang update,” tegas Menkeu.

Dari sisi postur, lanjut dia, APBN 2018 juga menggambarkan sisi belanja negara yang sama baiknya di mana untuk pertama kalinya belanja negara hampir mencapai 100% atau 99,2% dari anggaran belanja dengan total 2.220,7 triliun. Pemerintah, kata Menkeu Sri Mulyani, sudah memprediksi pertumbuhan belanja juga lebih baik dari sebelumnya.
Dengan kata lain, belanja untuk kementerian maupun lembaga pemerintah terus digenjot untuk mencapai penyerapan yang baik. “Kalau di breakdown , belanja pempus (pemerintah pusat) untuk belanja K/L telah dibelanjakan Rp836,2 triliun dari Rp847,4 triliun atau 98,7% atau tumbuh 9,3%.
Belanja non-K/L termasuk subsidi kenaikannya besar yaitu realisasi Rp608,2 triliun atau 100,2%. Dibanding tahun lalu growth belanja non-K/L 21,6% dan ini sangat tinggi,” ungkapnya.