nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamen ESDM Minta PLN Pakai Gas untuk Pembangkit Listrik

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 21:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 05 320 2000381 wamen-esdm-minta-pln-pakai-gas-untuk-pembangkit-listrik-bIoQc119SS.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meminta PLN untuk mengganti high speed diesel (HSD) yang digunakan sebagai sumber energi utama Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas Mobile Power Plant (PLTMG MPP) Flores dengan bahan bakar gas. Ia menilai, bahan bakar gas merupakan energi bersih dan harganya murah sehingga dapat menekan biaya produksi listrik.

"Sekarang masih menggunakan HSD (high speed diesel), tapi April nanti diusahakan untuk diganti dengan gas. Gas juga kan lebih murah, dengan itu diharapkan biaya pokok produksi nanti bisa turun," ujar Arcandra.

Saat ini, PLTMG MPP yang beroperasi sejak 3 Juli 2018 lalu ini menggunakan HSD yang merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang memiliki angka cetane number 45. Jenis BBM ini umumnya diperuntukkan mesin industri.

PLTMG MPP Flores merupakan pembangkit yang pembangunannya diresmikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Oktober 2017 lalu bersamaan dengan beberapa pembangkit lainnya di NTT yakni PLTMG Maumere dan PLTMG Kupang Peaker.

"PLTMG MPP Flores ini merupakan pembangkit yang lahir terlebih dahulu, termasuk salah satu yang tercepat (beroperasi)," kata Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusra, Djoko R Abu Manan di kesempatan yang sama.

Dalam kunjungannya ini, Arcandra juga ingin memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan PLN di wilayah NTT, khususnya di Manggarai Barat dan Labuan Bajo dalam kondisi aman.

"Secara operasional, tadi saya dapat laporan kondisi kelistrikan di NTT, khususnya Labuan Bajo dan Manggarai Barat dalam kondisi aman. Ada reserve margin di atas 20%, ini secara keseluruhan sangat baik sekali," ujar Arcandra.

Arcandra juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun dapat memperluas akses listrik kepada masyarakat, dan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah bersama dengan PLN menargetkan pada 2019, seluruh kabupaten di Pulau Flores dapat menikmati pelayanan listrik dari keberadaan jaringan transmisi yang terhubung secara interkoneksi.

Selain itu, perluasan jaringan transmisi tegangan menengah ke desa-desa yang belum berlistrik juga terus dipercepat melalui program Listrik Desa (Lissa). Sehingga, rasio elektrifikasi NTT yang masih di angka 61,90% dapat terus ditingkatkan. Target pemerintah, pada tahun 2019, secara nasional rasio elektrifikasi mencapai angka 99%.

(Baca juga: Alasan Menteri Jonan Tak Naikkan Tarif Listrik)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini