nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmikan Rusun dan Jembatan di Tulungagung, Ini Harapan Presiden Jokowi

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 10:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 05 470 2000281 resmikan-rusun-dan-jembatan-di-tulungagung-ini-harapan-presiden-jokowi-NLiTJoOq2q.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sebanyak empat proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Tulungagung, Jawa Timur, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keempat proyek tersebut adalah tiga rumah susun (rusun) dan Jembatan Ngujang II.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pagi hari ini saya resmikan rusun mahasiswa IAIN Tulungagung, rusun mahasiswa STKIP PGRI Tulung agung, rusunawa MBR Jepun di Tulungagung, dan Jembatan Ngujang II juga di Kabupaten Tulungagung,” kata Presiden Jokowi di halaman rusun STKIP PGRI, Tulungagung, Jawa Timur, kemarin.

Kementerian PUPR pada 2016 membentuk 33 penyedia perumahan yang telah tersebar di 33 provinsi se-Indonesia. Ketiga rusun tersebut di bangun dengan anggaran Rp37,92 miliar.

“Memang fasilitas-fasilitas ini diperlukan untuk mahasiswa dan tadi saya masuk keruangan-ruangan saya kira kualitas pengerjaannya juga sangat bagus,” ungkap Jokowi.

Pada 2018, pemerintah tellah membangun rumah susun khusus mahasiswa sebanyak 275. Sebanyak 45 rusun diantaranya dibangun di Jawa Timur.

“Paling banyak memang di Jawa Timur karena di sini rusun itu betul-betul di pakai dan sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Dalam acara yang sama, Jokowi juga meresmikan Jembatan Ngujang II yang dibangun mulai 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp35,5 miliar. Jembatan tersebut dibangun untuk mengatasi kemacetan di jalan nasional yang melintasi Kota Tulungagung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun di samping untuk pekerja, MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), TNI/ Polri, juga diperuntukkan bagi mahasiswa dan santri.

Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. “Tahun 2018 lalu ada 275 tower rusun yang dibangun dan 30 persennya atau sekitar 100 unit merupakan rusun mahasiswa serta ponpes,” kata Basuki.

Sementara itu berkaitan dengan Jembatan Ngujang II, Basuki mengatakan hal itu merupakan bagian dari Jalan Lingkar Tulungagung. Ini dibangun untuk mengatasi kemacetan pada jalan nasional.

“Jembatan Ngunjang II akan mendukung angkutan logistik tidak lagi masuk ke dalam Kota Tulung agung, tetapi lewat lingkar luar sehingga mem per cepat logistik,” ujarnya.

Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjelaskan, kehadiran jembatan tersebut sangat membantu untuk mengurangi kemacetan di Tulungagung. Dengan selesainya proses pembangunan, diharapkan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap akses perekonomian masyarakat di wilayah Tulungagung, Trenggalek, Kediri maupun sekitarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini