Produksi Konsentrat Freeport Diproyeksikan Turun Jadi 1,2 Juta Ton

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 09 320 2002079 produksi-konsentrat-freepoort-diproyeksikan-turun-jadi-1-2-juta-ton-HbD2txSxAO.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - PT Freeport Indonesia mengalami penurunan produksi yang sangat drastis pada. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono.

Menurut Bambang, jika dilihat berdasarkan pendapatan sebelum pajak dan bunga (Ebitda) maka produksi PT Freeport pada tahun ini juga akan ikut mengalami penurunan. Meskipun begitu, dirinya tidak menyebutkan secara rinci berapa total penurunan produksi PTFI pada tahun ini.

"Logikanya turun ya (produksinya) karena Ebitda nya turun. Tahun lalu produksinya berapa ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Menerba, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga: Jokowi Bicara Fakta soal Caplok Freeport

Sementara itu, Direktur Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yunus Saefulhak membenarkan akan ada penurunan produksi PTFI pada tahun ini. Bahkan penurunannya pun anjlok cukup signifikan.

Berdasarakan data dari Kementerian ESDM, produksi konsentrat PTFI pada 2019 ini diperkirakan hanya sebsesar 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut, 1 juta ton di antaranya untuk dikelola di dalam negeri sedangkan 200.000 ton sisanya akan di ekspor.

Sementara data produksi PTFI pada tahun 2018 lalu adalah mencapai sektiar 2,1 juta ton. Dari angka tersebut, 1,2 juta ton akan di ekspor, sedangkan 800 ton sisanya dikirim menuju Smelting yang ada di Gresik.

"Konsentrat 2,1 juta produksinya per tahun itu di tahun 2018. Yang 1,2 jutanya di ekspor. Yang 800 ribu smelting Gresik. Tahun 2019 produksi konsentratnya turun ada proses infrastruktur turun jadi 1,2 juta ton . 200.000 di ekspor, yang 1 juta di kelola di smelting Gresik," jelasnya.

Baca Juga: Pendapatan Freeport Diprediksi Anjlok Jadi USD1 Miliar

Meskipun begitu, Yunus menyebut jika produksi konsentrat PTFI akan meningkat kembali mulai 2020 mendatang. Peningkatan akan terus terjadi hingga puncak produksinya berada di tahun 2025 mendatang dan akan terus stabil.

"Nanti sejalan itu ada 2020 naik, 2021 naik puncaknya di 2025," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini