nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya

Kamis 10 Januari 2019 11:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 278 2002470 pp-presisi-raup-kontrak-baru-rp5-2-triliun-ini-rinciannya-Y1mWyfTSLG.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru Rp5,2 triliun atau melampaui 4% dari target senilai Rp5,0 triliun.

Perseroan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (10/1/2019) mengungkapkan, perolehan kontrak baru tahun lalu masih didominasi oleh mining services dan civil work sebesar 77,1% disusul oleh readymix 9,8%, foundation 5,3%, formwork 4,5%, serta heavy equipmentrental dan erector sebesar 3,3%.

 Baca Juga: Laba Bersih PP Presisi Melesat 112,94% Jadi Rp189 Miliar

Perseroan juga melaporkan, mendapatkan tambahan kontrak baru Rp758,5 miliar pada Desember 2018. Pekerjaan itu berasal dari civil work dan readymix pelabuhan Patimban, pekerjaa ncivil work pelabuhan dan jalan akses pabrik kertas OKI, formwork Darmo Hill, TOD Pondok Cina Depok, The Park Sawangan, serta kontrak eksplorasi tambang batu bara di Kalimantan Timur.

Alhasil dengan tambahan pekerjaan tersebut, total kontrak baru yang dikantongi perseroan sepanjang Januari 2018-Desember 2018 senilai Rp5,2 triliun.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan optimistis mencapai target kontrak baru Rp5,5 triliun-Rp6,0 triliun pada 2019. Nilai itu naik 10%-15% dari realisasi 2018.

Untuk mencapai target tersebut, Benny mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya memperkuat sinergi dengan entitas induk, PT PP (Persero) Tbk melalui pengerjaan semua kontrak.

“Seiring dengan kontrak-kontrak baru yang diperoleh PP pada kuartal IV/ 2018 yang akan di-drowdon kepada kami pada 2019 serta kontrak-kontrak baru yang diperoleh pada 2019,” ujarnya.

 Baca Juga: PP Presisi Akuisisi Perusahaan bidang Pengembangan Tanah Tahun Ini

Selain itu, dia mengungkapkan, perseroan akan menggarap terbukanyacaptive marketpembangunan gedung dan infrastruktur dari holding maupun anggota dari Holding Badan Usaha Milik Negara Perumahan dan Kawasan.

Selanjutnya, PPRE akan mendorong entitas anak, PT Lancarjaya Mandii Abadi (LMA), untuk mengembangkan lini bisnis jasa pertambangan sebagai diversifikasi usaha yang masih berbasis alat berat. Di samping itu, diversifikasi ke bidang soil improvement lewat ekspansi anorganik juga bakal ditempuh perseroan.

”Dengan strategi tersebut, PPRE optimistis dapat memenuhi harapan PP untuk dapat berkontribusi sebesar 11% terhadap total nilai pekerjaan baru tahun ini,” tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini