Share

Incar Dana Rp500 Miliar, PP Presisi Terbitkan Obligasi Tahap I

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 278 2603177 incar-dana-rp500-miliar-pp-presisi-terbitkan-obligasi-tahap-i-TJ1sMYzcRm.jpg PP Presisi Terbitkan Obligasi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PP Presisi melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan dengan total keseluruhan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun, di mana dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan I tersebut, PP Presisi akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PP Presisi Tahun 2022 dengan target dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya sebesar Rp500miliar.

Direktur Utama Bapak Rully Noviandar, Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal Bapak Arif Iswahyudi, Direktur Perencanaan Bisnis & HCM Bapak Rebimun, Kepala Divisi Akuntansi & Keuangan Bapak Martadion, Joint Lead Underwriter PT BNI Sekuritas diwakili oleh Senior Executive Vice President Bapak Nieko Kusuma, PT BRI Danareksa Sekuritas diwakili oleh Director of Investment Banking Bapak Kevin Praharyawan, PT CIMB Niaga Sekuritas yang diwakili oleh Associate Director Bapak Jerry Dennis dan para Lembaga dan Profesi Penunjang Obligasi.

Baca Juga: PP Presisi (PPRE) Incar Kontrak Lebih dari Rp2,9 Triliun

“Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I sebesar 1triliun ini akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap. Tahap I PPRE akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022 dengan sebanyak-banyaknya sebesar Rp500miliar. Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap I ini telah mendapatkan peringkat atau rating idBBB+ (Triple B Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) di mana alokasi penggunaan dana akan digunakan sebesar 70% untuk Capex dan 30% digunakan untuk Modal Kerja perusahaan,” ujar Direktur Utama Rully Noviandar, Selasa (31/5/2022).

Baca Juga: PP Presisi Cetak Pendapatan Rp829 Miliar, Mayoritas dari Proyek Infrastruktur

“Capex yang akan kami belanjakan melalui dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan produksi maupun penambahan kontrak baru pada proyek-proyek jasa pertambangan. Diversifikasi ke jasa pertambangan merupakan salah satu strategi Perseroan dalam mengantisipasi siklus bisnis konstruksi serta mengoptimalkan produktivitas dari asset alat berat yang dimiliki,” tambah Rully.

Dalam obligasi ini, PPRE telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksanan Emisi (PPE) atau Joint Lead Underwriter (JLU) yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, sedangkan untuk Profesi Penunjang lainnya, PPRE menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia sebagai Wali Amanat, Jusuf Indradewa & Partner selaku Konsultan Hukum, Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH selaku Notaris.

“PPRE akan melaksanakan masa bookbuilding mulai dari tanggal 30 Mei sd 13 Juni 2022, dimana masa penawaran umum rencana akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2022 dan rencana penjatahan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2022, sehingga diperkirakan surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Juli 2022”, tutup Rully Noviandar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini