nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gorontalo Jadi Basis Industri Hortikultura

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 10:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004048 gorontalo-jadi-basis-industri-hortikultura-kmxffiVqpu.jpg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Gorontalo untuk memacu industri hortikultura.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus solusi mendongkrak harga komoditas seperti kopra dalam jangka panjang.

“Kami bertekad fokus mendorong sektor industri pengolahan produk hortikultura di Gorontalo. Selain karena potensi alamnya yang melimpah, produk industri kita harus berbasis bahan baku dalam negeri dengan kualitas yang mampu kompetitif di pasar ekspor,” kata Airlangga dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Tingkatkan Pendidikan Vokasi, Kemenperin Siapkan Dana Rp1,78 Triliun

Dia menegaskan, Kemenperin terus menggenjot diversifikasi produk komoditas hortikultura untuk memenuhi permintaan ekspor. Selain itu, produksi hortikultura akan di maksimalkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri.

Sebagai penyerap produk hasil pertanian dan perkebunan, kata Airlangga, industri makanan dan minuman memiliki konsistensi kinerja gemilang dengan mampu mengatrol, baik pertumbuhan industri pengolahan nonmigas maupun ekonomi nasional.

Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35 ,73% terha - dap PDB industri non migas pada kuartal III-2018.

“Kita juga harus mengurangi ketergantungan impor bahan baku produk pertanian sehingga bisa meningkatkan efisiensi di semua rantai nilai industri,” katanya.

Baca Juga: Kemenperin Targetkan Industri Agro Tumbuh 7,1%

Sepanjang 2018 nilai ekspor produk hortikultura segar dan olahan diproyeksikan mencapai Rp2,23 miliar. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Gorontalo, pada 2018 jumlah industri skala besar dan sedang terdapat 20 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja 7.693 orang. Sedangkan industri mikro dan kecil mencapai 12.360 unit usaha dengan melibatkan 31.910 tenaga kerja.

Sektor perkebunan kelapa menjadi prospek andalan berlangsungnya produksi pabrik tepung kelapa dan nata de coco di Kabupaten Gorontalo. Semen - tara di Provinsi Gorontal o juga terdapat satu kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Agro Terpadu (KIAT) d i Kabupaten Bone Bolango.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini