nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mentan Beberkan Capaian Kinerja di Depan Mendes dan DPR

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 13:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004141 mentan-beberkan-capaian-kinerja-di-depan-mendes-dan-dpr-p73iPHRLLY.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas) tahun 2019. Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan sejumlah kinerja Kementan hingga tahun 2018.

Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Senin (14/1/2019) selain dihadiri ratusan pegawai Kementan, hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Kabareskrim Polri Arief Sulistyanto, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, dan Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo.

Dalam sambutannya, Amran menyebutkan di capaian sektor pertanian di sisi ekonomi makro. Hal itu berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Baca Juga: Produksi Padi dan Jagung Indonesia Meningkat, Ini Buktinya

Pada 2018 nilai investasi di sektor pertanian mencapai Rp61,6 triliun, angka ini mengalami peningkatan dari 2017 yang Rp45,9 triliun. Bila melihat dari tahun 2013, investasi sektor pertanian mengalami tren peningkatan dari posisi di 2013 yang Rp29,3 triliun kemudian sejak 2014-2017 bergerak naik di kisaran Rp40 triliun.

"Sederhana, kami hanya mencabut Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) yang menghambat investasi, ada 291 Permentan yang dicabut," kata dia saat membuka rakernas.

Amran juga memaparkan adanya penurunan inflasi bahan makanan. Pada 2014 tercatat 10,57% kemudian mengalami penurunan di 2015 jadi 4,93%, lalu sempat naik di 2016 jadi 5,69% dan turun tajam di 2017 yang sebesar 1,26%. Adapun pada 2018, BPS mencatat inflasi bahan makanan 3,41%.

"Tapi kalau melihat inflasi dari 2014 hingga ke 2017 jadi 1,26%, itu menunjukkan bahwa produksi pangan kita meningkat. Untuk turun 0,5% saja begitu sulit, ini turun sekitar 8%," kata dia.

amran

Selain itu, Amran juga menyatakan di sektor pertanian masih memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Di antaranya budi daya ayam, di mana Kementan akan membagikan 200 ekor di setiap perkampungan. “Ada 200 ekor ayam yang akan dibagikan di kampung agar generasi kita bisa cerdas,” katanya.

Lalu potensi lainnya, yakni adanya 10 juta hektare (ha) lahan rawa di seluruh Indonesia untuk jadi lahan pertanian. Kata dia, tahun ini ditargetkan 500 ribu ha lahan rawa itu sudah berubah jadi lahan pertanian.

"Itu kita cetak jadi lahan padi, bebek, ikan, ayam dan intinya protein dan karbohidrat. Jadi petani 6 kali lipat pendapatannya,” ungkap dia.

Amran juga mendorong produksi daging sapi dengan program siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting). Sapi tersebut dikembangbiakan dengan indukan dari Belgian Blue sehingga akan memiliki bobot hingga 2 ton.

Harga jual yang tinggi untuk jenis sapi ini pun dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. "Untuk umur 1 tahun saja ukurannya lebih dari 1 ton, harganya waktu itu ditawar Jawa Timur itu Rp200 juta. Kalau punya 5 saja jadi Rp1 miliar. Jadi kalau mau sejahtera maka jadi petani," katanya.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini